DIGITAL LIBRARY



JUDUL:IMPLEMENTASI NILAI CIVIC CULTURE MELALUI TRADISI REWANG DI DESA SUKADAMAI KECAMATAN MANTEWE KABUPATEN TANAH BUMBU
PENGARANG:NOOR RAHMAWATI PUTRI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-05-08


Noor Rahmawati Putri, 2026. Implementasi Nilai Civic Culture melalui Tradisi Rewang di Desa Sukadamai Kecamatan Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu. Skripsi. Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, FKIP Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing (1) Dian Agus Ruchliyadi.

 

            Kata Kunci : Civic Culture, Tradisi Rewang, Partisipasi Sosial

Budaya kewarganegaraan (civic culture) memiliki peran penting dalam membentuk kualitas kehidupan sosial masyarakat melalui keterlibatan aktif dan tanggung jawab setiap warga negara. Indonesia dikenal memiliki modal sosial yang kuat, terlihat dari kebiasaan gotong royong dan kepedulian antarwarga. Namun, arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi membawa perubahan pada pola interaksi sosial yang cenderung lebih individualis. Hal ini tampak dari berkurangnya interaksi langsung serta menurunnya tingkat kepercayaan sosial (social trust). Kondisi tersebut berpotensi melemahkan orientasi masyarakat terhadap kepentingan bersama, sehingga diperlukan penguatan nilai-nilai kewarganegaraan yang bersumber dari kearifan lokal.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai-nilai civic culture melalui tradisi rewang di Desa Sukadamai, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif untuk memahami fenomena yang terjadi di masyarakat secara mendalam. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan tokoh masyarakat, pelaku tradisi, serta generasi muda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi rewang berperan sebagai media dalam menanamkan nilai partisipasi, solidaritas, toleransi, dan tanggung jawab sosial yang tumbuh secara alami di tengah masyarakat. Tradisi ini tidak hanya menjaga nilai gotong royong sebagai identitas sosial, tetapi juga menjadi ruang interaksi bagi masyarakat yang beragam. Keterlibatan dalam kegiatan rewang turut mengembangkan keterampilan kewarganegaraan (civic skills), seperti kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, dan kepedulian terhadap kepentingan bersama. Selain itu, tradisi rewang juga berfungsi menjaga keharmonisan sosial sekaligus menjadi penyaring terhadap dampak negatif modernisasi. Meski demikian, tradisi ini menghadapi tantangan berupa menurunnya partisipasi generasi muda akibat perubahan pola pikir dan gaya hidup. Oleh karena itu, diperlukan upaya pelestarian agar tradisi ini tetap relevan dan dapat mendukung penguatan pendidikan kewarganegaraan yang lebih kontekstual.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI