DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Aktualisasi Civic Culture dalam Tradisi Mahanyari Baras di Desa Aluh-Aluh Besar Kecamatan Aluh-Aluh | |
| PENGARANG | : | NURSYIFA YULIANTI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-05-11 |
Nursyifa Yulianti, 2026. Aktualisasi Civic Culture dalam Tradisi Mahanyari Baras di Masyarakat Desa Aluh-Aluh Besar Kecamatan Aluh-Aluh. Skripsi Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, FKIP Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing (I) Dr. Mariatul Kiptiah, M.Pd.
Kata Kunci: Aktualisasi, Civic Culture, Mahanyari Baras, Partisipasi.
Partisipasi masyarakat Desa Aluh-Aluh Besar dalam mengusahakan kepentingan umum mengalami pergeseran seiring dengan perkembangan teknologi dan tuntutan ekonomi. Civic culture menjadi konsep pentinganya partisipasi masyarakat dalam kesejahteraan kolektif terkandung dalam mahanyari baras. Unsur seperti hubungan baik, solidaritas, dan partisipasi dipandang penting untuk diaktualisasikan, sehingga tidak hanya menjadi pemahaman dalam akal semata.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses tradisi mahanyari baras sekaligus menganalisis unsur-unsur civic culture didalamnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan penentuan sampel secara tertuju. Teknik pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk kemudian dianalisis hasilnya dengan penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses tradisi mahanyari baras terdiri dari perencanaan meliputi kegiatan rangkaian panen hingga padi menjadi beras dan memenuhi alat dan bahan untuk melaksanakan tradisi mahanyari baras, pelaksanaan berupa doa serta makan bersama, dan hasil seperti pembagian beras hanyar kepada yang membutuhkan. Unsur-unsur civic culture seperti hubungan baik, solidaritas, dan partisipasi juga tampak dalam tradisi ini. Hal ini terlihat melalui berbagai kebersamaan, kerja sama, dan rasa tanggung jawab terhadap kepentingan Bersama yang tumbuh dari adanya tradisi ini di tengah masyarakat. Nilai-nilai yang tampak dari pelaksanaannya seperti: kerja sama, rasa syukur, kekeluargaan, saling membantu, penghargaan, pengakuan, dan kepedulian.
Disarankan agar masyarakat dapat mendokumentasikan proses tradisi mahanyari baras supaya terjaga kelestariannya. Masyarakat diharapkan dapat mempertahankan kebiasaan berinteraksi dan saling menolong agar civic culture teraktualisasi dengan baik. Serta untuk pemerintah desa dapat membuat program yang melibatkan masyarakat agar mendorong partisipasi masyarakat.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI