DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | EVALUASI PROGRAM SANITASI SISTEM PENGELOLAAN AIR LIMBAH (SPAL) TERHADAP INDIKASI PERUBAHAN SOSIAL DAN KESEHATAN KELUARGA PENERIMA MANFAAT (KPM) DI KECAMATAN TABUNGANEN | |
| PENGARANG | : | ARBAINAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-05-12 |
Program Sistem Pengelolaan Air Limbah (SPAL) merupakan salah satu instrumen kebijakan pemerintah dalam meningkatkan akses sanitasi layak melalui dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Sanitasi. Kecamatan Tabunganen, Kabupaten Barito Kuala, memiliki karakteristik wilayah rawa pasang surut dan rawan banjir rob dengan tingkat kemiskinan serta prevalensi stunting yang relatif tinggi, sehingga memerlukan intervensi sanitasi yang terintegrasi dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program SPAL serta menganalisis dampaknya terhadap kondisi sosial dan kesehatan masyarakat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), serta pemangku kepentingan ditingkat desa dan kabupaten. Analisis data dilakukan secara deskriptif-interpretatif untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai efektivitas program.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek konteks, program relevan dengan kebutuhan masyarakat yang masih menghadapi praktik buang air besar sembarangan dan keterbatasan akses sanitasi layak. Pada aspek input dan proses, program telah dilaksanakan sesuai petunjuk teknis dan melibatkan partisipasi masyarakat, meskipun pendampingan pasca konstruksi belum optimal. Pada aspek produk, program memberikan dampak positif berupa perubahan perilaku sanitasi, peningkatan kesadaran hidup bersih dan sehat, serta perbaikan kebersihan lingkungan rumah tangga. Program juga berkontribusi terhadap perbaikan kondisi stunting, namun belum menunjukkan penurunan signifikan pada kejadian diare. Selain itu, perubahan perilaku belum sepenuhnya merata karena sebagian masyarakat masih mempertahankan kebiasaan lama. Dengan demikian, Program SPAL berkontribusi terhadap peningkatan kondisi sosial dan kesehatan masyarakat, namun memerlukan penguatan pendampingan, edukasi berkelanjutan, serta mekanisme monitoring untuk menjamin keberlanjutan manfaat program.
Kata Kunci : Evaluasi Program, SPAL, Kesehatan Masyarakat
| NO | DOWNLOAD LINK |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI