DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Faktor Faktor yang Mempengaruhi Keikutsertaan Peternak pada Program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) di Kabupaten Tabalong | |
| PENGARANG | : | FITRI YANTI AGUSTINA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-05-18 |
Program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) yang diluncurkan pemerintah Indonesia pada tahun 2016 merupakan instrumen mitigasi risiko dengan dukungan subsidi premi 80% untuk melindungi peternak dari kerugian finansial akibat kematian ternak. Namun, pencapaian target program di Kalimantan Selatan masih fluktuatif selama periode 2019-2023. Kabupaten Tabalong konsisten mendominasi realisasi peserta AUTS di tingkat provinsi, namun ditemukan variasi partisipasi yang ekstrem antar desa, dari 0% hingga 100%, dalam wilayah yang relatif homogen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik peternak peserta dan bukan peserta AUTS, serta menganalisis pengaruh faktor pengalaman usaha, skala usaha, keaktifan dalam kelompok, persepsi risiko, dan persepsi manfaat terhadap keputusan keikutsertaan peternak dalam program AUTS di Kabupaten Tabalong.
Penelitian dilaksanakan di lima desa pada dua kecamatan di Kabupaten Tabalong, yaitu Desa Muang, Jaro, dan Nalui (Kecamatan Jaro) serta Desa Lumbang dan Simpung Layung (Kecamatan Muara Uya). Pemilihan lokasi dilakukan secara stratified purposive sampling berdasarkan spektrum adopsi AUTS dari 0% hingga 100%. Sampel penelitian berjumlah 100 peternak sapi. Data primer dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis deskriptif untuk menggambarkan karakteristik peternak dan regresi logistik biner untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keikutsertaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil peternak responden didominasi oleh laki-laki (98%) pada usia produktif matang dengan rata-rata umur 48,6 tahun dan pengalaman beternak yang memadai (85% berpengalaman lebih dari 5 tahun). Tingkat adopsi AUTS secara keseluruhan mencapai 44% dengan variasi ekstrem antar desa, mulai dari Desa Simpung Layung yang mencapai adopsi penuh (100%) hingga Desa Lumbang yang tidak memiliki peserta sama sekali (0%). Peternak peserta AUTS cenderung memiliki keaktifan dalam kelompok tani yang lebih tinggi (78,1% peternak aktif ikut AUTS) dan persepsi manfaat yang lebih positif (53,2% peternak dengan persepsi manfaat tinggi ikut AUTS) dibandingkan peternak bukan peserta. Kesenjangan antara persepsi manfaat yang tinggi (79% dari total responden) dengan keaktifan kelompok yang rendah (hanya 32% aktif) menunjukkan adanya hambatan struktural dalam transformasi sikap positif menjadi tindakan partisipasi.
Model regresi logistik yang dikembangkan memiliki validitas yang baik dengan Nagelkerke R² sebesar 0,471, akurasi klasifikasi 77,0%, dan AUC 0,847. Dari lima faktor yang dianalisis, tiga faktor berpengaruh signifikan. Keaktifan dalam kelompok tani terbukti sebagai prediktor paling dominan dengan Odds Ratio 19,923 (p<0,001), yang mengkonfirmasi peran sentral modal sosial dalam difusi inovasi pertanian. Persepsi manfaat merupakan prediktor terkuat kedua dengan OR 8,576 (p=0,013), menegaskan bahwa pemahaman peternak tentang nilai proteksi asuransi menjadi pendorong keputusan yang signifikan. Temuan yang berlawanan dengan teori ekonomi klasik adalah pengaruh negatif persepsi risiko dengan OR 0,151 (p=0,006), dimana peternak yang sangat menyadari risiko kematian ternak justru cenderung tidak berpartisipasi. Hal ini mengindikasikan adanya mekanisme psikologis seperti ketidakberdayaan yang dipelajari atau jebakan ganda kerentanan ekonomi, yang diperkuat oleh temuan kultural bahwa sebagian peternak Banjar meyakini keikutsertaan dalam asuransi ternak sama halnya dengan menghajatkan kematian ternak itu sendiri, sehingga kesadaran akan risiko justru direspons melalui penghindaran berbasis keyakinan lokal, bukan melalui pencarian instrumen mitigasi risiko secara formal. Sementara itu, pengalaman usaha (p=0,838) dan skala usaha (p=0,061) terbukti tidak berpengaruh signifikan, menunjukkan bahwa faktor sosial-kelembagaan dan proses kognitif lebih menentukan keputusan keikutsertaan AUTS dibandingkan karakteristik demografis atau ekonomi peternak.
Kata Kunci: Asuransi Usaha Ternak Sapi, keikutsertaan peternak, kelompok tani, persepsi manfaat, persepsi risiko, regresi logistik
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI