DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Evaluasi Kesesuaian Lahan Cabai Rawit (Capcicum frutescens L.) di Kecamatan Batu Mandi Kabupaten Balangan | |
| PENGARANG | : | SHIDQI CHUMAIDI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-06-02 |
Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura penting di Indonesia yang berperan dalam ketahanan pangan dan stabilitas inflasi nasional. Permintaan cabai rawit yang terus meningkat belum sepenuhnya diimbangi oleh produktivitas yang optimal. Salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya produktivitas adalah ketidaksesuaian karakteristik lahan terhadap syarat tumbuh tanaman. Kecamatan Batu Mandi Kabupaten Balangan merupakan salah satu sentra produksi cabai rawit di Kalimantan Selatan, namun kajian ilmiah mengenai tingkat kesesuaian lahannya masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi kesesuaian lahan untuk mengetahui tingkat kecocokan lahan serta faktor pembatas yang memengaruhi pertumbuhan tanaman cabai rawit.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik lahan yang meliputi faktor iklim, sifat fisik, dan sifat kimia tanah; menentukan kelas kesesuaian lahan aktual untuk budidaya cabai rawit; serta mengidentifikasi faktor pembatas dan menentukan kelas kesesuaian lahan potensial setelah dilakukan upaya perbaikan.
Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2025 di Kecamatan Batu Mandi, Kabupaten Balangan. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan evaluasi lahan berdasarkan metode pencocokan (matching) mengacu pada FAO (1976) dan Petunjuk Teknis Evaluasi Lahan untuk Komoditas Pertanian (2011). Data primer diperoleh melalui pengamatan lapangan dan analisis laboratorium meliputi tekstur tanah, pH, C-organik, N-total, P?O?, K?O, kapasitas tukar kation (KTK), dan kejenuhan basa (KB). Data sekunder berupa data curah hujan, suhu, serta peta-peta tematik yang dioverlay untuk menghasilkan Satuan Peta Lahan (SPL).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pembatas utama kesesuaian lahan di Kecamatan Batu Mandi adalah rendahnya kejenuhan basa (KB), pH tanah masam, serta rendahnya kandungan unsur hara makro (N-total, P?O?, dan K?O). Kelas kesesuaian lahan aktual didominasi oleh kelas S3 (sesuai marginal) hingga N (tidak sesuai). Namun, sebagian besar faktor pembatas termasuk kategori yang dapat diperbaiki melalui pengapuran, penambahan bahan organik, dan pemupukan berimbang. Setelah dilakukan upaya perbaikan, kelas kesesuaian lahan potensial meningkat menjadi S1 (sangat sesuai), sehingga lahan di Kecamatan Batu Mandi memiliki potensi yang baik untuk pengembangan budidaya cabai rawit secara berkelanjutan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI