DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | HUBUNGAN KERUSAKAN GIGI KANINUS, MOLAR 1 DAN MOLAR 2 SULUNG TERHADAP BESAR LEEWAY SPACE PADA SUKU BANJAR (Tinjauan Siswa Usia 7-9 Tahun di SDN Sungai Andai 4 Banjarmasin) | |
| PENGARANG | : | KHALISA REVINA PUTRI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-06-08 |
Latar belakang: Karies gigi merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut terbesar di Kalimantan Selatan dengan prevalensi sebesar 43,9% berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Karies yang tidak ditangani dapat menyebabkan kerusakan gigi berat hingga terjadi premature loss, yang berdampak pada pergeseran gigi dan berkurangnya ruang erupsi gigi permanen sehingga berpotensi menimbulkan maloklusi. Salah satu indikator untuk memprediksi risiko tersebut adalah leeway space. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kerusakan gigi kaninus, molar pertama, dan molar kedua sulung terhadap besar leeway space pada anak usia 7–9 tahun suku Banjar di SDN Sungai Andai 4 Banjarmasin. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional pada 56 sampel yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data diperoleh melalui pemeriksaan klinis dan pembuatan model studi, dilanjutkan dengan pengukuran lebar mesiodistal gigi menggunakan sliding caliper serta perhitungan leeway space dengan metode Moyers (75%), kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi karies dan premature loss cukup tinggi, terutama pada rahang bawah, dengan rata-rata lebar mesiodistal gigi yang lebih kecil dibandingkan kondisi normal. Nilai leeway space pada kondisi normal cenderung positif, sedangkan pada kondisi karies dan terutama premature loss menunjukkan nilai negatif yang mengindikasikan kekurangan ruang untuk erupsi gigi permanen. Analisis statistik menunjukkan hubungan yang signifikan dan sangat kuat antara kerusakan gigi sulung dengan besar leeway space (p < 0,001; r > 0,98). Kesimpulan: Penelitian ini dapat disimpulkan semakin berat kerusakan gigi sulung, semakin kecil nilai leeway space, sehingga meningkatkan risiko maloklusi. Upaya pencegahan dan penanganan dini karies gigi sulung sangat diperlukan untuk menjaga ruang erupsi gigi permanen dan mencegah gangguan oklusi.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI