DIGITAL LIBRARY



JUDUL:HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KEPARAHAN MALOKLUSI BERDASARKAN DENTAL AESTHETIC INDEX DENGAN STATUS ORAL HYGIENE (Tinjauan pada Siswa Suku Banjar di SDN Sungai Andai 4 Usia 9-12 Tahun)
PENGARANG:ISDALIPA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-06-08


Latar Belakang: Maloklusi merupakan permasalahan kesehatan gigi dan mulut tetinggi ketiga setelah karies dan penyakit periodontal. Tingginya prevalensi maloklusi dapat dikaitkan dengan masa perkembangan gigi anak pada periode gigi bercampur. Kondisi gigi yang maloklusi menjadi salah satu faktor yang menghambat efektivitas menyikat gigi mengakibatkan akumulasi plak dan kalkulus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat keparahan maloklusi yang diukur menggunakan Dental Aesthetic Index (DAI) dengan status oral hygiene pada siswa suku Banjar usia 9–12 tahun. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Subjek penelitian adalah siswa usia 9–12 tahun di SDN Sungai Andai 4 Banjarmasin. Data dianalisis menggunakan uji statistik korelasi spearman, untuk mengetahui kekuatan dan signifikansi hubungan antara kedua variabel. Hasil: Hasil uji korelasi Spearman didapatkan terdapat hubungan bermakna antara tingkat keparahan maloklusi berdasarkan dental aesthetic index dengan status oral hygiene pada siswa suku Banjar usia 9-12 tahun (ρ = 0,000) dengan arah hubungan positif dan kekuatan kuat (r = 0,813). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat keparahan maloklusi berdasarkan Dental Aesthetic Index dengan status oral hygiene pada siswa suku Banjar usia 9-12 tahun.

 

Kata Kunci: Maloklusi, Status Oral Hygiene, Dental Aesthetic Index (DAI), Suku Banjar, Gigi Bercampur.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI