DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH GEL EKSTRAK DAUN KELAKAI (Stenochlaena palustris) TERHADAP JUMLAH SEL LIMFOSIT PENYEMBUHAN LUKA INSISI MUKOSA BUKAL TIKUS WISTAR JANTAN (Rattus norvegicus) (Penelitian Eksperimental dengan Konsentrasi 5%, 10%, dan 15%)
PENGARANG:ZAHRATUL ASHFIYA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-06-09


Latar Belakang: Luka merupakan suatu gangguan yang terjadi akibat adanya trauma kimiawi atau fisik sehingga menyebabkan kerusakan pada substansi jaringan. Pada proses penyembuhan luka mukosa mulut, tubuh akan memberikan respon protektif melalui sistem imun terhadap cedera. Fase inflamasi akut merupakan tahap awal penyembuhan luka yang ditandai dengan aktivasi sel imun. Sel limfosit berperan penting sebagai bagian dari sistem imun adaptif dalam proses penyembuhan luka. Daun kelakai (Stenochlaena palustris) mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, saponin, dan tanin yang berfungsi sebagai imunomodulator dalam meningkatkan aktivitas sistem imun serta memiliki efek antiinflamasi dan antioksidan yang dapat mempercepat proses penyembuhan luka. Tujuan: Membuktikan pengaruh pemberian gel ekstrak daun kelakai konsentrasi 5%, 10%, dan 15% terhadap jumlah sel limfosit pada luka insisi mukosa bukal tikus wistar jantan pada hari ke-3, ke-5, dan ke-7. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan desain post-test only with control group design menggunakan 48 ekor tikus wistar jantan yang dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (basis gel). Luka insisi dibuat pada mukosa bukal tikus dan diberikan perlakuan gel dua kali sehari. Pengamatan dilakukan pada hari ke-3, ke-5, dan ke-7 melalui pemeriksaan histopatologi untuk menghitung jumlah sel limfosit. Hasil: Hasil uji Two Way ANOVA menunjukkan terdapat pengaruh bermakna berdasarkan perlakuan dan waktu (p<0,05). Jumlah sel limfosit meningkat pada hari ke-3, mencapai puncak tertinggi pada hari ke-5, dan mengalami penurunan pada hari ke-7. Konsentrasi 15% menunjukkan jumlah sel limfosit tertinggi dibandingkan konsentrasi lainnya. Kesimpulan: Gel ekstrak daun kelakai dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15% memberikan pengaruh terhadap jumlah sel limfosit, yaitu menyebabkan peningkatan jumlah sel limfosit pada hari ke-3, mencapai jumlah tertinggi pada hari ke-5, kemudian mengalami penurunan pada hari ke-7 dibandingkan dengan kelompok kontrol (basis gel).

 

Kata kunci: Stenochlaena palustris gel, limfosit, penyembuhan luka mukosa mulut

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI