DIGITAL LIBRARY



JUDUL:UJI SITOTOKSISITAS EKSTRAK AKAR PECUT KUDA (Stachytarpheta jamaicensis (L.) Vahl) TERHADAP SEL FIBROBLAS BHK 21 (Studi in vitro)
PENGARANG:THARRA FAZA EMILLIA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-06-10


Latar belakang: Akar pecut kuda (Stachytarpheta jamaicensis (L.) Vahl) mengandung fitokimia seperti saponin, alkaloid, flavonoid, terpenoid, tanin, luvangetin, dan xanthyletin yang berpotensi dikembangkan sebagai alternatif bahan obat kumur. Obat kumur herbal harus melewati uji toksisitas untuk mengevaluasi tingkat keamanan dan potensi toksiknya sebelum digunakan. Tujuan: Mengetahui potensi sitotoksik ekstrak akar pecut kuda (Stachytarpheta jamaicensis (L.) Vahl) terhadap kultur sel fibroblas BHK-21. Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental murni (true experimental design) dengan rancangan post-test only with control group design menggunakan kultur sel fibroblas BHK-21 yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yang diberi ekstrak akar pecut kuda (konsentrasi 2,5%, 3,75%, 5%, 6,25%, dan 7,5%) dan 2 kelompok kontrol (kontrol sel dan kontrol media) menggunakan metode MTT assay. Hasil: Hasil uji sitotoksisitas seluruh konsentrasi ekstrak akar pecut kuda menunjukkan persentase viabilitas sel di bawah 50%, sehingga ekstrak dinyatakan bersifat sitotoksik terhadap sel fibroblas BHK-21. Nilai IC50 pada penelitian ini tidak tercapai karena tidak terdapat konsentrasi ekstrak yang mampu mempertahankan viabilitas sel hingga 50%. Kesimpulan: Terdapat potensi sitotoksik pemberian ekstrak akar pecut kuda (Stachytarpheta jamaicensis (L.) Vahl)konsentrasi 2,5%, 3,75%, 5%, 6,25%, dan 7,5% terhadap kultur sel fibroblas BHK-21.

 

Kata Kunci:  Sitotoksisitas, Stachytarpheta jamaicensis (L.) Vahl, sel fibroblas,

                       BHK-21

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI