DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Uji Sitotoksisitas Ekstrak Daun Kecapi (Sandoricum koetjape Merr.) Terhadap Sel Fibroblas BHK-21 (Studi In Vitro) | |
| PENGARANG | : | REGINA APRILINANDA LARASSATI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-06-10 |
Latar belakang: Daun kecapi mengandung senyawa metabolit sekunder, yaitu triterpenoid sebagai kandungan utama, flavonoid, saponin, alkaloid serta steroid yang memiliki mekanisme fungsinya masing masing dan juga mempunyai pengaruh terhadap kematian sel fibroblas. Ekstrak daun kecapi yang diharapkan menjadi alternatif bahan obat herbal perlu melalui uji toksisitas agar diketahui keamanannya sebagai syarat biokompatibilitas suatu bahan kedokteran gigi. Tujuan: Menganalisis efek sitotoksik ekstrak daun kecapi (Sandoricum koetjape Merr.) terhadap sel fibroblas BHK-21. Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental murni (true experimental design) dengan rancangan post-test only with control group design menggunakan kultur sel fibroblas BHK-21 yang dibagi menjadi 10 kelompok perlakuan yang diberi ekstrak daun kecapi (konsentrasi 5%, 15%, 25%, 35%, 45%, 55%, 65%, 75%, 85% dan 95%) dan 2 kelompok kontrol (kontrol sel dan kontrol media) menggunakan metode MTT assay. Hasil: Hasil yang diperoleh dari uji sitotoksistas ekstrak daun kecapi konsentrasi 5%, 15%, 25%, 35%, 45%, 55%, 65%, 75%, 85%, dan 95% menunjukkan nilai persentase viabilitas sel >60%. Nilai IC50 pada penelitian ini tidak tercapai dan tidak dapat ditentukan karena tidak terdapat penghambatan aktivitas sel yang mencapai 50%. Kesimpulan:Tidak terdapat efek sitotoksik setelah pemberian ekstrak daun kecapi (Sandoricum koetjape Merr.) dengan konsentrasi 5% 15%, 25%, 35%, 45%, 55%, 65%, 75%, 85%, dan 95% terhadap sel fibroblas BHK-21.
Kata kunci : Sitotoksisitas, Sandoricum koetjape Merr., Sel fibroblas, BHK-21
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI