DIGITAL LIBRARY



JUDUL:GAMBARAN LINEAR MEASUREMENT TEMPOROMANDIBULAR JOINT MELALUI RADIOGRAF PANORAMIK SERTA MANIFESTASI EKSTRAORAL PASIEN EDENTULOUS DI RSGM GUSTI HASAN AMAN BANJARMASIN
PENGARANG:NAZWA AZZAHRA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-06-10


GAMBARAN LINEAR MEASUREMENT
TEMPOROMANDIBULAR JOINT MELALUI RADIOGRAF PANORAMIK
SERTA MANIFESTASI EKSTRAORALPASIEN EDENTULOUS
DI RSGM GUSTI HASAN AMAN BANJARMASIN

Nazwa Azzahra, Norlaila Sarifah, Irham Taufiqurrahman, Agung Satria Wardhana, Widodo

 

Latar Belakang: Kehilangan gigi (edentulous) meningkatkan risiko gangguan oklusi yang dapat mengubah posisi kondilus terhadap fossa glenoid dan seiring waktu memicu Temporomandibular Joint Disorder (TMD). Perubahan posisi kondilus ini cenderung berkaitan dengan manifestasi ekstraoral seperti gangguan pergerakan rahang, asimetri wajah, dan clicking. Pemeriksaan posisi kondilus dapat menggunakan evaluasi radiograf panoramik melalui metode linear measurement pada anterior, superior, dan posterior joint space dari temporomandibular joint (TMJ). Tujuan: Mengetahui gambaran linear measurement temporomandibular joint melalui radiograf panoramik dan kondisi ekstraoral pada pasien edentulous RSGM Gusti Hasan Aman Banjarmasin. Metode: Penelitian ini merupakan deskriptif observasional dengan desain cross-sectional dan teknik pengambilan sampel purposive sampling, yang mencakup pasien kehilangan gigi berusia 20-70 tahun di Poli Prostodonsia RSGM Gusti Hasan Aman Banjarmasin periode Juni 2025-Maret 2026. Hasil: Nilai linear measurement klasifikasi Kennedy kelas I memiliki rata-rata AJS sebesar 1.10±0.72 mm, SJS sebesar 1.86±0.97 mm, dan PJS sebesar 1.96±1.04 mm. Nilai linear measurement klasifikasi Kennedy kelas II memiliki rata-rata AJS sebesar 1.24±0.75 mm, SJS sebesar 1.97±0.80 mm, dan PJS sebesar 1.69±1.39 mm. Nilai linear measurement klasifikasi Kennedy kelas III memiliki rata-rata AJS sebesar 1.06±0.53 mm, SJS sebesar 1.89±0.84 mm, dan PJS sebesar 2.21±1.03 mm. Nilai linear measurement full edentulous memiliki rata-rata AJS sebesar 1.21±0.74 mm, SJS sebesar 1.68±1.05 mm, dan PJS sebesar 1.58±1.36 mm. Sebagian besar pasien partial edentulous menunjukkan wajah yang simetris, tidak ada clicking, dan deviasi mandibula lebih banyak terjadi ke arah kiri, sedangkan defleksi mandibula lebih sering terjadi ke arah kanan. Sebagian besar pasien full edentulous menunjukkan wajah simetris, lebih banyak clicking TMJ saat membuka mulut, dan defleksi mandibula lebih sering terjadi ke arah kiri, sedangkan deviasi mandibula ke arah kiri dan kanan memiliki frekuensi yang sama. Kesimpulan: Posisi kondilus pada pasien partial dan full edentulous berada pada rentang tidak normal. Pasien partial maupun full edentulous dominan menunjukkan wajah yang simetris serta variasi manifestasi ekstraoral berupa clicking TMJ, deviasi, dan defleksi mandibula.

Kata Kunci: Edentulous, posisi kondilus, joint space, manifestasi ekstraoral

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI