DIGITAL LIBRARY



JUDUL:HUBUNGAN KEBIASAAN BURUK BERNAPAS MELALUI MULUT DAN KEBUTUHAN PERAWATAN ORTODONTI PADA PERIODE GIGI BERCAMPUR (Tinjauan pada Siswa SD Negeri Sungai Andai 4 Banjarmasin)
PENGARANG:SITI AISYAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-06-10


Latar Belakang: Maloklusi merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang

menempati urutan ketiga setelah karies dan penyakit periodontal menurut World

Health Organization (WHO). Prevalensi maloklusi di Kota Banjarmasin wilayah

Utara dan Tengah tercatat sebesar 83,7%. Tingginya kejadian maloklusi salah

satunya disebabkan kebiasaan buruk bernapas melalui mulut yang dapat

memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan kraniofasial sehingga

meningkatkan risiko terjadinya maloklusi, terutama pada periode gigi campuran.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kebiasaan buruk

bernapas melalui mulut dan kebutuhan perawatan ortodonti pada periode gigi

bercampur pada siswa SDN Sungai Andai 4 Banjarmasin. Metode: Penelitian ini

menggunakan desain observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel

berjumlah 56 responden, yang diambil melalui teknik simple random sampling.

Pengumpulan data dilakukan melalui pemeriksaan klinis, kuesioner MBD-MBS

yang valid dan reliabel (α = 0,871), serta penilaian kebutuhan perawatan ortodonti

menggunakan IOTN-DHC. Uji Cohen Kappa menunjukkan tingkat kesepakatan

yang tinggi pada pemeriksaan mouth breathing (κ = 0,800) dan penilaian cetakan

gigi (κ = 0,710). Data dianalisis menggunakan uji SpearmanHasil: Hasil

menunjukkan bahwa kategori bernapas yang paling banyak ditemukan adalah

Complete Mouth Breather (CMB) (53,6%), pada perempuan (60,0%). Hasil

kebutuhan perawatan ortodonti paling banyak ditemukan pada kategori cukup

membutuhkan perawatan ortodonti (28,6%). Ditemukan hubungan positif yang

sangat kuat dan signifikan antara kebiasaan bernapas melalui mulut dan kebutuhan

perawatan ortodonti (r = 0,833; p < 0,001). Kesimpulan: Kebiasaan buruk bernapas

melalui mulut berperan terhadap peningkatan kebutuhan perawatan ortodonti pada

anak periode gigi bercampur. Sehingga diperlukan deteksi dini untuk menjaga

kesehatan mulut dan kondisi umum anak.

Kata kunci: bernapas melalui mulut, kebutuhan perawatan ortodonti, maloklusi,

gigi campuran, IOTN-DHC

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI