DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Laba Pada Koperasi Berkah Daha di Kabupaten Hulu Sungai Selatan | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD ALFIANO RIZKY | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-06-10 |
ABSTRAK
Muhammad Alfiano Rizky. Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Laba Pada Koperasi Berkah Daha Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dibawah bimbingan Luthfi Fatah dan Nuri Dewi Yanti.
Penelitian ini bertujuan menganalisis profitabilitas dan solvabilitas Koperasi Berkah Daha (2018-2024), menganalisis pengaruh harga TBS, volume panen TBS, dan inflasi regional terhadap pertumbuhan laba menggunakan model ARDL, serta memproyeksikan laba periode 2025-2030. Data bulanan Januari 2018-Desember 2024 (84 observasi) digunakan dalam analisis.
Profitabilitas koperasi menunjukkan penurunan konsisten: NPM rata-rata 18,34% (kriteria baik) turun dari 21,49% (2021) menjadi 14,16% (2024), ROA rata-rata 4,53% (kriteria cukup) turun dari 6,11% menjadi 3,20%, ROI rata-rata 5,43% (kriteria cukup) turun dari 7,03% menjadi 3,89%, serta DER rata-rata 0,20x (20%) yang mencerminkan struktur modal sehat namun terlalu konservatif. Standar penilaian kriteria berdasarkan Permenkop UKM No.6/2006. Model ARDL(8,9,7,6) terpilih berdasarkan AIC 15,816. Uji Bounds Test mengkonfirmasi kointegrasi (F-statistik 8,357 upper bound 3,862).
Dalam jangka panjang, harga TBS berpengaruh negatif signifikan (koefisien −0,471; p = 0,008), mencerminkan asimetri daya tawar dalam kemitraan plasma-inti. Volume panen tidak signifikan (koefisien 0,000170; p = 0,160), sedangkan inflasi regional berpengaruh positif signifikan (koefisien 533,677; p = 0,001) melalui mekanisme price transmission lag. Dalam jangka pendek, pertumbuhan laba bersifat persisten hingga tujuh bulan (koefisien lag ke-1 = 5,974 menurun ke 0,229). Harga TBS berpengaruh positif signifikan pada lag ke-1 hingga ke-6 (terkuat lag ke-2; koefisien 2,771), sedangkan volume TBS berpengaruh negatif signifikan pada lag ke-1 hingga ke-6 (terkuat lag ke-4; koefisien −0,001555). Inflasi menunjukkan pola asimetris: positif terbatas pada periode berjalan (koefisien 338) namun negatif kuat pada lag ke-1 (koefisien −3.419). ECT sebesar −8,154 mengindikasikan overcorrection dan volatilitas tinggi. Model memiliki daya penjelas R² = 0,938 dan Adjusted R² = 0,896.
Proyeksi laba bulanan menggunakan model regresi semilogaritmik menunjukkan tren penurunan secara gradual dari Rp2.279.996 (Januari 2025) menjadi Rp1.363.435 (Desember 2030), mengindikasikan tekanan finansial yang semakin menguat apabila tidak terjadi perubahan struktural pada faktor-faktor penentu laba koperasi.
Kata kunci: ARDL, koperasi perkebunan, pertumbuhan laba, kelapa sawit, lahan rawa
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI