DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Perbedaan Aktivitas Antibakteri Kombinasi Kalsium Hidroksida dan Gel Ekstrak Daun Kecapi (Sandoricum koetjape Merr.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Enterococcus faecalis | |
| PENGARANG | : | VERDANISA SALSABILA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-06-10 |
LatarBelakang: Kalsium hidroksida sering digunakan sebagai medikamen intrakanal karena memiliki sifat antibakteri. Namun, bahan ini belum mampu menghambat pertumbuhan Enterococcus faecalis secara optimal karena bakteri tersebut dapat bertahan dalam kondisi basa. Hal ini menunjukkan bahwa diperlukan penambahan bahan lain untuk meningkatkan aktivitas kalsium hidroksida sebagai medikamen intrakanal, salah satunya dengan mengombinasikannya dengan bahan alami. Daun kecapi (Sandoricum koetjape Merr.) diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, alkaloid, fenolik, dan triterpenoid yang berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan aktivitas antibakteri kombinasi kalsium hidroksida dan gel ekstrak daun kecapi terhadap pertumbuhan Enterococcus faecalis. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain post-test only control group design. Sampel dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kelompok kontrol berupa kalsium hidroksida dan basis gel, serta kelompok perlakuan berupa kombinasi kalsium hidroksida dan gel ekstrak daun kecapi dengan konsentrasi 10%, 20%, 30%, dan 40%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi pada media Mueller Hinton Agar. Diameter zona hambat diukur sebagai indikator aktivitas antibakteri. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk, dilanjutkan dengan uji Kruskal-Wallis dan uji Post Hoc Mann-Whitney. Hasil: Seluruh kelompok perlakuan menunjukkan adanya perbedaan zona hambat terhadap pertumbuhan Enterococcus faecalis. Rata-rata diameter zona hambat pada kelompok kontrol sebesar 1,73 mm (lemah), konsentrasi 10% sebesar 2,23 mm (lemah), konsentrasi 20% sebesar 2,83 mm (lemah), konsentrasi 30% sebesar 3,10 mm (lemah), dan konsentrasi 40% sebesar 3,73 mm (lemah) sebagai nilai tertinggi.Kesimpulan: Kombinasi kalsium hidroksida dan gel ekstrak daun kecapi (Sandoricum koetjape Merr.) memiliki perbedaan aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan Enterococcus faecalis berdasarkan konsentrasi.
Kata kunci: kalsium hidroksida, ekstrak daun kecapi, Enterococcus faecalis, aktivitas antibakteri, medikamen intrakanal
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI