DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Pengaruh Kombinasi Kalsium Silikat dengan Kitosan Sisik Ikan Papuyu (Anabas testudineus) terhadap Jumlah Sel Neutrofil (Studi In Vivo pada Pulpa Gigi Tikus Wistar (Rattus Norvegicus))
PENGARANG:TIRAI MEIRTA KARTIKA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-06-11


Latar belakang: Prevalensi karies gigi di Indonesia masih tergolong tinggi dan dapat berkembang menjadi pulpitis apabila tidak ditangani dengan tepat. Pulpitis reversibel dapat dirawat dengan prosedur pulp capping untuk mempertahankan vitalitas pulpa. Kalsium silikat banyak digunakan sebagai bahan pulp capping karena mampu merangsang pembentukan dentin reparatif dan memiliki kemampuan sealing yang baik, tetapi memiliki kelemahan seperti waktu pengerasan lama, biaya tinggi, serta potensi inflamasi akibat sifat basa. Kitosan sisik ikan papuyu (Anabas testudineus) diketahui memiliki sifat antiinflamasi, antibakteri, dan biokompatibel sehingga berpotensi dikombinasikan dengan kalsium silikat untuk meningkatkan proses penyembuhan pulpa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kombinasi kalsium silikat dengan kitosan sisik ikan papuyu konsentrasi 3% terhadap jumlah sel neutrofil sebagai indikator respon inflamasi pulpa. Metode: Penelitian menggunakan metode true experimental dengan rancangan post test only with control group design. Sampel terdiri dari 27 ekor tikus wistar jantan yang dibagi menjadi 9 kelompok berdasarkan bahan perlakuan (kombinasi kalsium silikat dan kitosan sisik ikan papuyu, kalsium hidroksida sebagai kontrol positif, dan GIC sebagai kontrol negatif) serta waktu observasi (4, 24, dan 72 jam). Jaringan pulpa dibuat preparat histopatologi dengan pewarnaan Hematoxylin Eosin, kemudian jumlah sel neutrofil dihitung menggunakan mikroskop cahaya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Two-way ANOVA dilanjutkan Post Hoc Bonferroni. Hasil: Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan signifikan jumlah sel neutrofil antar kelompok perlakuan dan waktu pengamatan (p < .05). Kelompok kombinasi kalsium silikat dan kitosan menunjukkan penurunan jumlah neutrofil yang lebih besar dibandingkan kelompok kontrol, yang menandakan respon inflamasi lebih ringan Kesimpulan: Kombinasi kalsium silikat dengan kitosan sisik ikan papuyu konsentrasi 3% berpengaruh dalam menurunkan jumlah sel neutrofil dan berpotensi sebagai bahan alternatif pulp capping yang efektif dalam mendukung proses penyembuhan pulpa. Kata kunci: kalsium silikat, kitosan sisik ikan papuyu, pulp capping, neutrofil, inflamasi pulpa

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI