DIGITAL LIBRARY



JUDUL:HUBUNGAN ANTARA TINGKAT SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DENGAN TINGKAT KEPARAHAN KARIES REMAJA (Tinjauan pada Siswa SMPN 33 Banjarmasin)
PENGARANG:KARINA AMALIA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-06-11


Latar Belakang: Kesehatan gigi dan mulut memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan serta kualitas hidup. Karies gigi masih menjadi salah satu penyakit gigi dan mulut yang paling umum terjadi pada remaja di Indonesia, dengan prevalensi sebesar 37,2% pada kelompok usia 10–14 tahun. Faktor sosial ekonomi, seperti pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan orang tua, diketahui dapat memengaruhi perilaku kesehatan gigi dan akses terhadap pelayanan kesehatan gigi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat sosial ekonomi orang tua dengan tingkat keparahan karies gigi pada siswa di SMPN 33 Banjarmasin. Metode: Penelitian observasional analitik dengan rancangan potong lintang (cross-sectional) ini melibatkan 43 siswa SMPN 33 Banjarmasin yang dipilih dari 554 populasi menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner sosial ekonomi orang tua dan pemeriksaan rongga mulut menggunakan indeks DMF-T sesuai kriteria WHO, kemudian dianalisis dengan uji korelasi Spearman Rank menggunakan SPSS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara tingkat sosial ekonomi orang tua dengan tingkat keparahan karies. Berdasarkan hasil uji korelasi didapatkan nilai p-value sebesar 0.710 (p>0.05). Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat sosial ekonomi orang tua dengan tingkat keparah karies remaja. 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI