DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KARAKTERISTIK EDIBLE STRAW DARI UBI JALAR (IPOMOEA BATATAS L.) DENGAN PENAMBAHAN KARAGENAN, CARBOXYMETHYL CELLULOSE (CMC) DAN SORBITOL SEBAGAI SEDOTAN RAMAH LINGKUNGAN
PENGARANG:ANISA RIZKI UTAMI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-06-12


Edible Straw dapat digolongkan sebagai jenis bioplastik. Bioplastik merupakan plastik yang dapat terurai oleh mikroorganisme dan dibuat dari bahan yang dapat diperbaharui. Keungglan bioplastik yaitu berasal dari sumber daya alam yang bisa diperbaharui, sehingga keberadaannya dapat terus dimanfaatkan secara berkelanjutan. Bahan ini dapat dibuat dari bahan biomassa seperti pati, lignin, selulosa dan pektin. Pemanfaatan bahan edible sebagai komponen utama dalam pembuatan edible straw dapat mengurangi dampak pencemaran lingkungan. Ubi jalar sebagai salah satu bahan pangan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan edible straw dikarenakan ubi jalar memiliki kandungan pati. Penambahan karagenan-CMC pada pembuatan edible straw berfungsi sebagai penstabil dan dapat meningkatkan kadar serat, selain penambahan karagenan-CMC pada proses pembuatan edible straw ini, juga ditambahkan sorbitol sebagai plasticizer.  

Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mendapatkan kualitas terbaik edible straw dari ubi jalar dengan variasi penambahan karagenan dan sorbitol berdasarkan karakteristik fisik, kimia dan sensoris.

                        Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi karagenan dan CMC yang terdiri dari 3 level, 2% (b/b), 4% (b/b) dan 6% (b/b) terhadap puree ubi jalar. Faktor kedua adalah konsentrasi sorbitol yang terdiri dari 3 level, 1% (v/b), 2% (v/b) dan 3% (v/b) terhadap puree ubi jalar. Analisis data yang digunakan berupa uji ANOVA (Analysis of Variance) dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5% untuk karakteristik kimia (kadar air, kadar abu, dan kadar serat kasar) dan fisik (ketebalan, warna, dan daya larut).  Uji Kruskal Wallis dan dilanjutkan uji Tukey pada taraf 5% untuk karakteristik organoleptik (skoring dan hedonik) terhadap warna, aroma, tekstur, kekerasan, dan kenampakan keseluruhan.

                        Hasil penelitian menunjukkan bahwa edible straw ubi jalar dengan formulasi karagenan+CMC 6% dan sorbitol 2% menghasilkan karakteristik organoleptik yang cukup baik. Aroma sedotan yang dihasilkan yaitu agak lemah (3.13) namun tetap memiliki nilai mendekati suka (3.80). Tekstur dinilai mendekati halus (3.73) dengan tingkat kesukaan panelis termasuk kategori suka (4.20). Memiliki warna kuning kecokelatan (3.23) dengan tingkat kesukaan yaitu suka (4.45). Dari segi kekerasan, edible straw tergolong mendekati keras (3.72) dengan tingkat kesukaan yaitu mendekati suka (3.93). Kenampakan keseluruhan dinilai cukup menarik (3.27) dengan tingkat kesukaan yaitu suka (4.12).

                        Karakteristik kimia menunjukkan kadar air sebesar 9.56%, kadar abu 6.07% dan kadar serat kasar sebesar 10.49%. Secara fisik, edible straw memiliki ketebalan 0.39 mm dan berwarna kuning kecokelatan dengan niali RGB (143, 112, 55). Berdasarkan uji daya larut, edible straw mulai terbuka setelah 62 menit pada suhu 0-5?, 68 menit pada suhu 20-25?, dan 48 menit pada suhu 70?. Sementara itu, daya larut penuh terjadi setelah 10 hari pada suhu 0-5?, 17 hari pada suhu 20-25?, dan 15 hari pada suhu 70?.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI