DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Perlindungan Hukum Bagi Korban Pencurian Identitas ( Identity Theft) dalam Kasus Penyalahgunaan Akun Pinjaman Online | |
| PENGARANG | : | MASLIAN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-06-12 |
ABSTRAK
Maslian. April. 2026. PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KORBAN
PENCURIAN IDENTITAS ( IDENTITY THEFT) DALAM KASUS
PENYALAHGUNAAN AKUN PINJAMAN ONLINE. Skripsi, Program Sarjana
Program Studi Hukum Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat, 94
halaman. Pembimbing : Dr. Hj. Noor Hafidah, S.H., M.Hum.
Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui mekanisme penyelesaian
perkara pidana pada kasus pencurian identitas ( identity theft) dalam memberikan
perlindungan hukum yang efektif bagi korban menurut hukum acara pidana di
Indonesia dan untuk mengetahui problematika pembuktian pencurian identitas (
identity theft) khususnya mengenai penggunaan alat bukti elektronik/ atau alat bukti
digital dalam hukum acara pidana di Indonesia. Metode yang digunakan penelitian
hukum normatif. Hasil penelitian: menunjukkan bahwa mekanisme penyelesaian
perkara pidana terhadap pencurian identitas ( identity theft) masih belum bisa
dikatakan efektif atau optimal secara normatif dalam memberikan perlindungan
terhadap korban terutama dalam KUHAP disebabkan sampai saat ini KUHAP juga
masih berfokus pada penghukuman dibanding jaminan pemulihan hak korban
meskipun telah dibukanya restorative justice hal demikian juga sangat bergantung
kepada peran dari aparat penegak hukum bagaimana pemulihan tersebut dapat dicapai
dalam mekanisme tersebut serta problematika dalam pembuktian terhadap pencurian
identitas ( identity theft) terletak pada kapasitas dari aparat penegak hukumnya sendiri,
disebabkan perlindungan data pribadi dalam sistem elektronik ini merupakan
perkembangan baru dalam dunia hukum maka hambatan timbul dari sumber daya
manusianya yang masih terbatas dalam memahami sistem elektronik tersebut apalagi
berkaitan dengan menganalisis alat bukti digital hal tersebut juga berkaitan dengan
besarnya kemungkinan manipulasi data, sehingga hal demikian bergantung kepada
ahli di bidang tersebut untuk menilai keaslian alat bukti digital tersebut, hal demikian
tentu berbeda dengan penilaian terhadap alat bukti konvensional yang lebih umum
bagi aparat penegak hukum, yang mana alat bukti konvensional lebih mengarah
kepada bukti fisik secara langsung yang minim manipulasi, alat bukti digital lebih
mengarah kepada jejak digital yang mana bukti diperoleh tidak terlihat secara langsung
sehingga rentan terhadap manipulasi.
Kata Kunci ( keyword): Perlindungan hukum, Pencurian identitas ( identity theft),
Pinjaman Online.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI