DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Studi In Silico Prediksi Farmakokinetika dan Toksisitas Senyawa Daun Kecapi (Sandoricum koetjape Merr.) sebagai Antibakteri Staphylococcus aureus
PENGARANG:ANJELITA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-06-12


Latar Belakang: S. aureus adalah bakteri patogen yang berhubungan dengan infeksi parah dan meningkatnya resistensi antibiotik. Mengeksplorasi senyawa alami yang memiliki potensi antibakteri telah menjadi strategi penting dalam penemuan obat. Daun kecapi (S. koetjape) diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif, namun profil farmakokinetik dan toksisitasnya sebagai agen antibakteri masih belum banyak diteliti. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sifat farmakokinetik dan toksisitas senyawa fitokimia dari daun kecapi terhadap S. aureus menggunakan pendekatan in silico. Metode: Senyawa bioaktif daun kecapi diperoleh dari literatur dan dianalisis untuk memprediksi farmakokinetik dan toksisitas (ADMET) menggunakan pkCSM. Simulasi molecular docking dilakukan untuk mengidentifikasi interaksi potensial dengan protein target S. aureus, khususnya DNA gyrase dan FabH, guna mendukung skrining aktivitas antibakteri. Hasil: 23 senyawa dalam daun kecapi memenuhi parameter Aturan Lima Lipinski. Senyawa dengan farmakokinetik optimal adalah isoaromadendrene epoxide, aristolene epoxide, ledene oxide, beta-cedrene oxide, dan isolongifolene epoxide. Toksisitas senyawa termasuk dalam toksisitas rendah berdasarkan uji LD50, 1 senyawa diprediksi bersifat mutagenik, yaitu naphthalene, decahydro-1,6-dimethyl-4-(1-methylethyl) dan 1 senyawa diprediksi bersifat hepatotoksik, yaitu methyl commate E. Kandungan senyawa obat kandidat terbaik sebagai penghambat enzim DNA gyrase S. aureus adalah isolongifolene epoxide, sedangkan senyawa obat kandidat terbaik sebagai penghambat enzim FabH S. aureus adalah Isoaromadendrene epoxide. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, senyawa dalam daun kecapi, terutama senyawa isolongifolene epoxide dan isoaromadendrene epoxide, dapat digunakan sebagai kandidat obat antibakteri baru untuk S. aureus berdasarkan uji farmakokinetik, toksisitas, dan molecular docking.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI