DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ETNOBOTANI TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT PADA MASYARAKAT ADAT BANJAR DI DESA KANDANGAN LAMA KECAMATAN PENYIPATAN KABUPATEN TANAH LAUT | |
| PENGARANG | : | ANNISSA MAYANG SARI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-06-15 |
Etnobotani merupakan kajian ilmiah yang mempelajari hubungan antara manusia dantumbuhan,khususnyadalampemanfaatanpengetahuantradisional.Masyarakat adat Banjar di Desa Kandangan Lama, Kecamatan Penyipatan, Kabupaten Tanah Lautmasihmemanfaatkantumbuhanberkhasiatobatsebagaialternatifpengobatan berbasiskearifanlokal.Namun,pengetahuantersebutumumnyadiwariskansecara lisan dan belum terdokumentasi secara sistematis sehingga berpotensi mengalami kepunahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis tumbuhan obat, bagian tumbuhan yangdimanfaatkan, carapengolahan,sertacarapemanfaatannya oleh masyarakat setempat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif etnobotani dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan dan wawancaramendalammenggunakanmetodesnowballsamplingterhadappengobat tradisional (batra) sebagai informan utama. Analisis data dilakukan secara deskriptifkualitatifdankuantitatifuntukmengetahuipersentasehabitustumbuhan, bagian yang dimanfaatkan, cara pengolahan, serta cara pemanfaatannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan berbagai jenis tumbuhan obat yang berasal dari lingkungan sekitar seperti pekarangan, rawa, dan semak belukar.Bagiantumbuhanyangpalingbanyakdigunakanadalahdaun,diikutioleh rimpang, buah, dan bunga. Cara pengolahan yang umum dilakukan meliputi perebusan, penumbukan, dan pemerasan, sedangkan cara pemanfaatannya dilakukan dengan diminum, dioleskan, atau ditempelkan pada bagian tubuh tertentu. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan tumbuhan obat masih menjadi bagian penting dalam sistem kesehatan masyarakat adat Banjar, yang didukung oleh kondisi geografis, keterbatasan fasilitas kesehatan, serta kuatnya nilai budaya dan kearifan lokal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi upaya dokumentasi ilmiah serta mendukung pelestarian pengetahuan lokal dan pemanfaatan sumber daya hayati secara berkelanjutan.
Kata Kunci : Etnobotani; Tumbuhan Berkhasiat Obat; Masyarakat Adat Banjar; Pengobatan Tradisional; Kearifan Lokal
Ethnobotany is a scientific approach that examines the relationship between humans and plants, particularly in the context of traditional knowledgeutilization. The Banjar indigenous community in Kandangan Lama Village, Penyipatan District, Tanah Laut Regency, still actively utilizes medicinal plants as an alternative healthcare system based on local wisdom. However, this knowledge is mostly transmitted orally and has not been systematically documented, posing a riskoflossovertime.Thisstudyaimstoanalyzethediversityofmedicinalplants, plant parts used, processing methods, and utilization techniques practiced by the Banjar community. The research employed a qualitative ethnobotanical approach, with data collected through field observations and in-depth interviews using a snowball sampling technique involving traditional healers (batra) as key informants. Data were analyzed using descriptive qualitative and quantitative methodstodeterminethepercentagedistributionofplanthabitus,plantpartsused, processing methods, and utilization techniques. The results showed that various medicinalplantsareutilizedfromsurroundingenvironmentssuchashomegardens, wetlands,andshrublands.Leaveswereidentifiedasthemostcommonlyusedplant part, followed by rhizomes, fruits, and flowers. The most common processing methods include boiling, pounding, and squeezing, while utilization is primarily conducted through oral consumption, topical application, or direct attachment to affectedbodyparts.Thesefindingsindicatethatmedicinalplantutilizationremains an integral component of the Banjar traditional healthcare system, supported by geographical conditions, limited access to modern healthcare facilities, and strong cultural values. This study contributes to the documentation and preservation of local knowledge and supports the sustainable use of plant resources.
Keywords: Ethnobotany; Medicinal Plants; Banjar Indigenous Community; Traditional Medicine; Local Wisdom
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI