DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PERBEDAAN KEKUATAN TARIK DIAMETRAL RESIN KOMPOSIT NANOHYBRID DENGAN PENAMBAHAN SERAT BEMBAN (Donax canniformis) 10%, 15%, DAN 20% | |
| PENGARANG | : | ELSHA PRISCILLA ACAI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-06-15 |
Latar Belakang: Kekuatan tarik diametral berperan penting menentukan ketahanan material resin komposit. Penurunan kekuatan tarik diametral meningkatkan risiko material pecah/retak. Penambahan serat alami sebagai fiber reinforced composite (FRC) diketahui mampu meningkatkan sifat mekanik resin komposit. Serat bemban (Donax canniformis), tanaman khas Kalimantan Selatan, mengandung selulosa dan lignin yang berpotensi memperkuat resin komposit. Tujuan: Mengetahui perbedaan kekuatan tarik diametral resin komposit nanohybrid dengan penambahan serat bemban 10%, 15%, dan 20% dari berat volume. Metode: Penelitian true experimental dengan desain posttest-only. Sampel terdiri dari lima kelompok, yaitu resin komposit tanpa serat (kontrol negatif), dengan penambahan serat bemban 10%, 15%, 20%, dan serat sintesis polyethylene (kontrol positif), dengan masing-masing 7 sampel. Pengujian kekuatan tarik diametral menggunakan Universal Testing Machine. Data dianalisis dengan uji normalitas, homogenitas, One Way ANOVA, dan uji Post Hoc Bonferroni. Hasil: Terdapat perbedaan nilai kekuatan tarik diametral antar kelompok. Nilai tertinggi terdapat pada kelompok penambahan serat bemban sebesar 15%. Terdapat perbedaan signifikan antara kelompok dengan penambahan serat bemban 15% dengan kelompok tanpa penambahan serat bemban. Terdapat perbedaan pada kelompok perlakuan lain, tetapi tidak signifikan. Kesimpulan: Terdapat perbedaan nilai kekuatan tarik diametral resin komposit nanohybrid dengan penambahan serat bemban, dengan nilai paling optimal terdapat pada kelompok dengan penambahan serat bemban 15%.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI