DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Variabilitas Salinitas Permukaan Perairan Selat Makassar dan Hubungannya dengan Produksi Penangkapan Ikan Pelagis Kecil | |
| PENGARANG | : | HERI NOORHIDAYAT | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-06-15 |
Abstrak
Penelitian ini menganalisis variabilitas tahunan dan antar-tahunan salinitas permukaan laut di Selat Makassar periode 2015–2024 menggunakan data Sea Surface Salinity (SSS) dari Copernicus Marine Service dan indeks Nino 3.4 dari NOAA. Analisis EOF digunakan untuk mengidentifikasi mode dominan variabilitas spasial-temporal, sedangkan CWT digunakan untuk mengungkap karakteristik variabilitas temporal pada skala setengah tahunan, tahunan, dan antar-tahunan. Hasil analisis EOF menunjukkan bahwa EOF1 menjelaskan 85,28% total variasi dengan pola spasial negatif yang merata di seluruh selat, berkaitan dengan siklus monsun tahunan. EOF2 menjelaskan 6,85% total variasi dengan pola berlawanan antara bagian utara dan selatan, yang dikendalikan oleh variabilitas antar-tahunan ENSO. Analisis CWT menunjukkan bahwa sinyal tahunan merupakan komponen dominan dengan energi paling kuat dan konsisten selama periode 2015–2024. Variabilitas antar-tahunan salinitas memperlihatkan hubungan yang searah dengan indeks Niño 3.4, di mana kejadian El Niño cenderung meningkatkan salinitas, sedangkan La Niña menyebabkan penurunan salinitas di Perairan Selat Makassar.
Kata Kunci: Salinitas Permukaan, CWT, EOF, Selat Makassar, ENSO
Abstract
This research explores variations in sea surface salinity on annual and interannual timescales in the Makassar Strait over the 2015–2024 period. The analysis was conducted using Sea Surface Salinity (SSS) data from the Copernicus Marine Service and the Niño 3.4 Index from NOAA. EOF was used to determine the dominant modes of spatial and temporal variability, while CWT was employed to investigate variability across multiple temporal scales, including semi-annual, annual, and interannual periods. EOF analysis shows that EOF1 explains 85.28% of total variance with a uniformly negative spatial pattern across the strait, linked to the annual monsoon cycle. EOF2 explains 6.85% of total variance with a contrasting pattern between the northern and southern parts, controlled by ENSO interannual variability. CWT analysis confirmed that the annual signal was the strongest and most persistent component throughout the 2015–2024 period. Interannual salinity variability exhibited a positive relationship with the Niño 3.4 Index, with El Niño events associated with increased salinity and La Niña events associated with decreased salinity in the Makassar Strait.
Keywords: Sea Surface Salinity, CWT, EOF, Makassar Strait, ENSO, Monsoon
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI