DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS PENDAPATAN DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN KELUARGA PEMBUDIDAYA IKAN PADA KERAMBA JARING APUNG (KJA) DI DESA MALI – MALI KECAMATAN KARANG INTANG KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
PENGARANG:NUG THIA ZAIRINA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-06-16


Sektor perikanan memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama melalui usaha budidaya ikan air tawar. Salah satu sistem budidaya yang berkembang adalah keramba jaring apung (KJA), yang mampu meningkatkan produksi ikan serta menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat. Namun, usaha ini masih menghadapi berbagai kendala, seperti banjir pada musim hujan, kerusakan keramba, perubahan kualitas air, kematian ikan, fluktuasi harga jual, dan tingginya biaya produksi yang dapat memengaruhi pendapatan serta kesejahteraan rumah tangga pembudidaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan dan tingkat kesejahteraan rumah tangga pembudidaya ikan KJA di Desa Mali - Mali, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Komoditas yang dibudidayakan meliputi ikan nila, ikan mas, dan ikan bawal. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka dengan teknik sensus terhadap 50 responden. Analisis data menggunakan analisis pendapatan rumah tangga pembudidaya yang terdiri atas pendapatan on farm, off farm, dan non farm serta analisis Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total pendapatan rumah tangga pembudidaya sebesar Rp547.926.286 per tahun, yang terdiri atas pendapatan on farm sebesar Rp454.512.000 (82,96%) dan non farm sebesar Rp93.414.286 (17,04%), sedangkan pendapatan off farm tidak ditemukan. Total pengeluaran rumah tangga pembudidaya mencapai Rp417.768.833 per tahun, yang terdiri atas pengeluaran on farm sebesar Rp276.529.000 (66,21%) dan non farm sebesar Rp141.239.833 (33,79%). Rata-rata pendapatan bersih rumah tangga pembudidaya sebesar Rp85.017.920 per tahun, dengan pendapatan minimum Rp83.400.000 dan maksimum Rp692.925.000. Nilai NTPi sebesar 121,29 (>100) menunjukkan bahwa rumah tangga pembudidaya ikan tergolong sejahtera. Sebanyak 46 responden (92%) termasuk kategori sejahtera dan 4 responden (8%) belum sejahtera. Dengan demikian, usaha budidaya ikan KJA berperan penting dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan rumah tangga pembudidaya di Desa Mali - Mali.

 

 

 

Kata Kunci : Pendapatan, Kesejahteraan, Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi),  Keramba jaring apung (KJA), Pembudidaya Ikan.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI