DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KAJIAN KINERJA DINAS TEKNIS DALAM PENERBITAN SERTIFIKAT LAIK FUNGSI BANGUNAN GEDUNG DI KABUPATEN KOTABARU
PENGARANG:Khairunnisa
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-06-17


Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengendalian teknis dalam penyelenggaraan bangunan gedung untuk memastikan terpenuhinya standar keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan bangunan sebelum digunakan. Sertifikat Laik Fungsi (SLF) merupakan instrumen penting dalam menjamin kelaikan bangunan. Namun demikian, proses penerbitan SLF di Kabupaten Kotabaru masih menghadapi kendala, seperti kompleksitas tahapan pelayanan, keterbatasan sumber daya manusia, serta belum optimalnya kualitas pelayanan dinas teknis. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penelitian untuk mengkaji kinerja pelayanan penerbitan SLF.

 

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pengguna layanan serta mengidentifikasi atribut pelayanan yang menjadi prioritas peningkatan kinerja. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada konsultan sebagai pengguna layanan. Analisis data dilakukan menggunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI) untuk mengukur tingkat kepuasan dan Importance Performance Analysis (IPA) untuk menentukan prioritas perbaikan pelayanan.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai CSI pada indikator produktivitas sebesar 75,38%, responsivitas sebesar 79,56%, dan responsibilitas sebesar 78,70%, yang termasuk dalam kategori puas. Meskipun demikian, hasil analisis IPA menunjukkan bahwa terdapat atribut pelayanan yang menjadi prioritas utama untuk ditingkatkan, yaitu kepastian tahapan pelayanan (P3), ketepatan waktu pelayanan (P5), kecepatan proses pelayanan (P6), responsivitas petugas (P11), dan peran Penilik Bangunan (P15).

 

Berdasarkan hasil analisis lanjutan yang diperkuat dengan wawancara dan observasi, diketahui bahwa permasalahan utama meliputi kompleksitas tahapan pelayanan, kendala teknis dalam proses pelayanan, keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya koordinasi dengan pemohon, serta keterbatasan anggaran. Oleh karena itu, strategi peningkatan kinerja yang direkomendasikan meliputi penyederhanaan penyajian SOP pelayanan, penguatan implementasi SOP, peningkatan koordinasi pelayanan, peningkatan responsivitas petugas, serta penguatan peran Penilik Bangunan melalui peningkatan ketersediaan SDM, penegasan kewajiban pemohon dalam koordinasi pelayanan, dan dukungan anggaran.

 

Hasil validasi menunjukkan bahwa strategi yang dirumuskan telah sesuai dengan kondisi di lapangan dan dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) di Kabupaten Kotabaru.

 

 

Kata Kunci: Sertifikat Laik Fungsi (SLF), kualitas pelayanan, Customer Satisfaction Index (CSI), Importance Performance Analysis (IPA), kinerja pelayanan

 

 

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI