DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS PENGELOLAAN DAN PENDAPATAN KELOMPOK USAHA PERHUTANAN SOSIAL PADA LPHD BARARAWA DI KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA
PENGARANG:MUHAMMAD RISWANTO
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-06-18


MUHAMMAD RISWANTO. 2026. “Analisis Pengelolaan dan Pendapatan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial Pada LPHD Bararawa di Kabupaten Hulu Sungai Utara” Skripsi, Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: Asysyifa, S.Hut., M.P. dan Dr. Ir. Hafizianor, S.Hut., M.P.

Kata Kunci: Perhutanan Sosial, Lembaga Pengelolaan Hutan Desa, KUPS, Pendapatan,  Desa Bararawa

Penelitian ini dilaksanakan untuk menganalisis Pengelolaan dan Pendapatan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial Pada LPHD Bararawa di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Program Perhutanan Sosial memberikan akses kepada masyarakat Desa Bararawa untuk mengelola kawasan hutan secara lestari sekaligus meningkatkan kesejahteraan pendapatan masyarakat melalui kegiatan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan datanya melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan pengelolaan KUPS dan secara kuantitatif untuk menghitung kontribusi pendapatan tiap KUPS terhadap total pendapatan anggotanya. Hasil penelitian ini menunjukkan Lembaga Pengelolaan Hutan Desa (LPHD) Bararawa mengelola tiga KUPS aktif, yaitu KUPS Agroforestri (peternakan kerbau rawa), KUPS Sylvofishery (budidaya ikan Toman), dan KUPS HHBK (kerajinan purun). Ketiga KUPS tersebut dikelola berdasarkan parameter penelitian ini yaitu: perencanaan, Pemeliharaan, Pemanenan, dan pemasaran yang disesuaikan dengan kondisi sosial dan lingkungan yang ada di Desa Bararawa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kontribusi pendapatan tertinggi berasal dari KUPS Agroforestri (peternakan kerbau rawa) sebesar 47,72% dengan kategori cukup baik, kemudian KUPS Sylvofishery (budidaya ikan Toman) sebesar 35,11%  kategori cukup baik, dan KUPS HHBK (kerajinan purun) sebesar 1,46% yang termasuk kategori sangat kurang. Seluruh KUPS yang ada dalam Skema Perhutanan Sosial memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan pada anggota KUPS yang ada di Desa Bararawa, meskipun masih diperlukan penguatan kelembagaan, kapasitas usaha, dan akses pemasaran agar kinerja anggota KUPS dapat lebih optimal dan berkelanjutan.

MUHAMMAD RISWANTO. 2026. "Analysis of Management and Income of Social Forestry Business Groups at LPHD Bararawa in North Hulu Sungai Regency" Thesis, Forestry Study Program, Faculty of Forestry, Lambung Mangkurat University. Supervisors: Asysyifa, S.Hut., M.P. and Dr. Ir. Hafizianor, S.Hut., M.P.

Keywords: Social Forestry, Village Forest Management Agency, KUPS, Revenue, Bararawa Village

This study was carried out to analyze the Management and Income of Social Forestry Business Groups in LPHD Bararawa in North Hulu Sungai Regency. The Social Forestry Program provides access to the people of Bararawa Village to manage forest areas sustainably while improving the welfare of community income through Social Forestry Business Group (KUPS) activities. The research method used is a quantitative descriptive approach with data collection techniques through field observation, interviews, and documentation. The analysis in this study was carried out descriptively to describe the management of KUPS and quantitatively to calculate the contribution of each KUPS to the total income of its members. The results of this study show that the Bararawa Village Forest Management Institute (LPHD) manages three active KUPS, namely KUPS Agroforestri (swamp buffalo farming), KUPS Sylvofishery (Toman fish cultivation), and KUPS NTFP (purun handicrafts). The three KUPS are managed based on the parameters of this study, namely: planning, maintenance, harvesting, and marketing that are adjusted to the social and environmental conditions in Bararawa Village. The results of this study show that the highest income contribution comes from KUPS Agroforestry (swamp buffalo farming) of 47.72% with a fairly good category, then KUPS Sylvofishery (Toman fish farming) of 35.11% in the category of quite good, and KUPS NTFP (purun handicrafts) of 1.46% which is included in the category of very poor. All KUPS in the Social Forestry Scheme have a positive impact on increasing income for KUPS members in Bararawa Village, although institutional strengthening, business capacity, and marketing access are still needed so that the performance of KUPS members can be more optimal and sustainable.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI