DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | POTENSI EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) SEBAGAI ANTIBAKTERI Aeromonas hydrophila DAN EFEKNYA PADA IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus) | |
| PENGARANG | : | M. NAJLI WAHYUDI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-06-19 |
Penyakit MAS akibat infeksi Aeromonas hydrophila menjadi tantangan serius dalam akuakultur. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi ekstrak daun kelor sebagai antibakteri terhadap A. hydrophila dan dampaknya pada ikan lele sangkuriang. Metode penelitian meliputi uji fitokimia, aktivitas antibakteri (difusi cakram), MIC, serta uji toksisitas melalui penyuntikan dosis 125–1.000 ppm. Hasil fitokimia menunjukkan adanya senyawa tanin, saponin, dan hidrokuinon. Aktivitas antibakteri tertinggi ditemukan pada ekstrak basah akuades dengan zona hambat 7,36 mm (kategori sedang) dan nilai MIC pada 50 ppm. Seluruh ikan uji memiliki sintasan 100%, yang mengindikasikan ekstrak tidak bersifat letal. Parameter hematologi berada dalam rentang normal, menunjukkan kondisi fisiologis yang stabil. Namun, analisis histologis pada dosis 1.000 ppm menunjukkan adanya perubahan jaringan berupa kongesti ringan, infiltrasi leukosit, dan nekrosis pada hati, serta hemoragi dan nekrosis fokal pada ginjal. Secara klinis, teramati adanya pembengkakan dan luka pada area bekas penyuntikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun aman terhadap kelangsungan hidup, penggunaan dosis tinggi dapat memicu respon patologis ringan pada organ internal ikan.
Kata Kunci: Moringa oleifera, Aeromonas hydrophila, Clarias gariepinus, Antibakteri, Toksisitas
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI