DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PRARANCANGAN PABRIK AKROLEIN DARI GLISEROL MELALUI PROSES DEHIDRASI KAPASITAS 25.000 TON/TAHUN
PENGARANG:RUSDAH MUSDAHLIPAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-06-19


Akrolein merupakan senyawa aldehida yang banyak digunakan sebagai bahan intermediet dalam industri kimia, terutama dalam produksi poliuretan, poliester, resin, metionin, herbisida. Kebutuhan akrolein di Indonesia masih dipenuhi melalui impor karena belum tersedianya pabrik produksi skala besar di dalam negeri. Melihat potensi pasar dan ketersediaan bahan baku terbarukan, pembangunan pabrik akrolein di Indonesia menjadi penting. Senyawa ini dapat diproduksi melalui reaksi dehidrasi gliserol menggunakan katalis aluminium oksida (Al2O3). Reaksi ini berlangsung pada Reaktor Fixed-Bed Multitube pada suhu 320oC dan tekanan 1 atm. Reaksi berlangsung secara endotermis dan menggunakan steam jacket sebagai media pemanas. Proses ini menghasilkan konversi reaksi sebesar 94,8% dengan kemurnian produk utama 97%. Selain produk utama juga menghasilkan aseton dan karbon monoksida dengan kemurnian 90%, dimana masih memiliki nilai komersil. Dengan kapasitas produksi 25.000 ton/tahun, pabrik ini dirancang untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan domestik dan mengurangi ketergantungan impor. Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan akrolein yaitu gliserol sebanyak 6063,0516 kg/jam dan katalis yang digunakan sebanyak 4086,1565 kg/jam. Pabrik beroperasi selama 330 hari pertahun. Lokasi yang dipilih untuk mendirikan pabrik ini berada di Kawasan Industri Dumai, Kabupaten Bengkalis, Kecamatan Medang Kampai, Provinsi Riau dengan luas 30.000 m2. Kebutuhan air utilitas diambil dari Sungai Pelintung sebanyak 106.080,4004 kg/jam. Tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 113 orang dan bentuk Perusahaan Perseroan Terbatas (PT) dengan sistem organisasi garis dan staf. Berdasarkan perhitungan evaluasi ekonomi untuk pendirian pabrik akrolein di atas dibutuhkan modal tetap sebesar Rp1.753.870.842.126,28 sedangkan untuk modal kerja sebesar Rp1.123.032.285.622,74. Total manufacturing cost yaitu sebesar Rp4.711.189.993.210,27. Biaya yang dikeluarkan untuk produksi yaitu sebesar Rp6.290.363.620.639,58 dengan total harga jual produk sebesar Rp7.397.045.878.230,36. Keuntungan yang diperoleh dari pendirian pabrik ini yaitu keuntungan sebelum pajak sebesar Rp892.561.294.362,47 dan sesudah pajak sebesar Rp580.164.841.335,61. Berdasarkan perhitungan evaluasi ekonomi untuk pendirian pabrik akrolein didapatkan nilai Return of Investment (ROI) sesudah pajak sebesar 31%, Pay Out Time (POT) sesudah pajak selama 2,32 tahun. Sedangkan nilai Break Even Point (BEP) sebesar 41,87% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 28,05%. Nilai-nilai tersebut menunjukkan bahwa pabrik ini bisa dipertimbangkan pendiriannya dan dapat diteruskan ke tahap perencanaan pabrik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pabrik ini layak untuk didirikan. Kata kunci: akrolein, gliserol, endotermis, dehidrasi.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI