DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Studi Komparatif Ketahanan Pangan Rumahtangga Petani Padi Sawah di Lahan Pasang Surut Tipe A dan C Kabupaten Barito Kuala”
PENGARANG:ELFA REFINA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-06-20


Kabupaten Barito Kuala merupakan salah satu sentra produksi padi di Kalimantan Selatan 

yang didominasi oleh lahan rawa pasang surut dengan karakteristik tipe luapan yang 

berbeda, yaitu tipe A dan tipe C, yang berpotensi memengaruhi kondisi ketahanan pangan 

rumahtangga petani. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis tingkat ketahanan 

pangan rumahtangga petani padi sawah di lahan pasang surut tipe A dan C, (2) 

Menganalisis faktor apa saja yang mempengaruhi ketahanan pangan rumahtangga petani 

padi sawah di lahan pasang surut tipe A dan C. 

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Belawang dan Kecamatan Wanaraya sebanyak 100 

responden, sampel penelitian sebanyak 50 responden di lahan tipe A dan 50 responden di 

lahan tipe C dipilih dengan cara acak sederhana. Analisis pada penelitian menggunakan 

klasifikasi silang antara Pengsa Pengeluaran Pangan (PPP) dengan angka kecukupan energi 

(AKE) menurut Johnson dan Toole (1991) dan menggunakan Logit Ordered Model untuk 

melihat faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan rumahtangga petani. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketahanan pangan rumahtangga petani padi 

sawah di lahan pasang surut tipe A dan tipe C Kabupaten Barito Kuala terdiri dari 44% 

tahan pangan, 5% rentan pangan, 37% kurang pangan, dan 14% rawan pangan. Secara 

komparatif, rumahtangga petani pada lahan tipe C memiliki tingkat ketahanan pangan yang 

lebih baik dibandingkan rumahtangga petani pada lahan tipe A. Perbedaan ini signifikan 

secara statistik, yang menunjukkan adanya perbedaan nyata tingkat ketahanan pangan 

antara kedua tipe lahan.

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan rumahtangga petani 

menunjukkan bahwa jumlah anggota rumahtangga berpengaruh negatif dan signifikan

terhadap ketahanan pangan, sedangkan tipe lahan berpengaruh positif dan signifikan. 

Dimana, semakin banyak jumlah anggota keluarga maka peluang rumahtangga untuk 

mencapai ketahanan pangan semakin menurun, sementara rumahtangga yang berada di 

lahan tipe C memiliki peluang lebih besar untuk mencapai kondisi tahan pangan 

dibandingkan lahan tipe A. Variabel lain seperti usia kepala rumahtangga tidak 

menunjukkan pengaruh yang signifikan.

Kata Kunci: Ketahanan Pangan Rumahtangga, Lahan Pasang Surut, Ordered Logit.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI