DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Pemanfaatan Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.) dalam Menekan Penyakit Antraknosa Pada Buah Cabai (Capsicum annuum L.) | |
| PENGARANG | : | STEEVEN SNIPER SANDI HARTAWAN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-06-22 |
Abstrak
Antraknosa disebabkan oleh Colletotrichum capsici menjadi salah satu masalah utama dalam penanaman cabai karena dapat mengurangi hasil panen. Pengendalian penyakit ini biasanya dilakukan dengan penggunaan fungisida sintetis yang dapat berdampak negatif terhadap lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana berbagai konsentrasi larutan kulit bawang merah (Allium cepa L.) dapat menekan penyakit antraknosa pada cabai (Capsicum annuum L.). Penelitian ini diterapkan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang melibatkan 6 perlakuan dan 3 pengulangan. Hasil menunjukkan bahwa aplikasi larutan kulit bawang merah memiliki pengaruh signifikan dalam mengurangi kejadian penyakit. Perlakuan terbaik terjadi pada konsentrasi 50 ml ekstrak dicampur dengan 150 ml air (T5) yang menghasilkan insiden penyakit terendah yaitu 13,11%, sedangkan kontrol mencapai 37,24%. Selain itu, perlakuan ini juga memberikan hasil dengan jumlah dan berat buah tertinggi, yaitu masing-masing 62. 500 buah/ha dan 4. 092,7 kg/ha. Tingginya konsentrasi larutan yang digunakan akan mengurangi tingkat serangan penyakit dan meningkatkan hasil panen. Dengan demikian, kulit bawang merah memiliki potensi sebagai fungisida alami yang efektif dan ramah lingkungan untuk mengendalikan penyakit antraknosa pada tanaman cabai.
Kata kunci: cabai, antraknosa, kulit bawang merah, pestisida nabati, Colletotrichum capsici
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI