DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS TREN CURAH HUJAN DAN SUHU UDARA EKSTREM UNTUK DETEKSI PERUBAHAN IKLIM DI KOTA BANJARBARU
PENGARANG:ALYA TSABITA IMTIYAZA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-06-22


Alya Tsabita Imtiyaza, 2026, Analisis Tren Curah Hujan dan Suhu Udara Ekstrem

untuk Deteksi Perubahan Iklim di Kota Banjarbaru. Pembimbing: Dr. Ir.

Gusti Rusmayadi, M.Si; Dr. Rosalina Kumalawati, S.Si., M.Si; Dr. Ir. Abrani

Sulaiman, M.Sc

Perubahan iklim merupakan salah satu isu lingkungan global yang semakin

mendapat perhatian luas dalam beberapa dekade terakhir. Peningkatan konsentrasi

gas rumah kaca di atmosfer telah menyebabkan perubahan pada sistem iklim bumi

yang ditandai dengan meningkatnya suhu udara global, perubahan pola curah hujan,

serta meningkatnya frekuensi kejadian cuaca ekstrem. Penelitian ini bertujuan

untuk menganalisis tren curah hujan dan suhu udara ekstrem sebagai indikator

dalam mendeteksi perubahan iklim di Kota Banjarbaru. Data yang digunakan

berupa data klimatologi jangka panjang selama periode 1995–2024 yang diperoleh

dari BMKG. Analisis dilakukan menggunakan metode statistik, yaitu analisis

regresi linier untuk melihat kecenderungan tren serta uji Mann-Kendall untuk

menguji signifikansi perubahan. Selain itu, dilakukan analisis karakteristik curah

hujan dan suhu udara ekstrem serta pemetaan klasifikasi agroklimat menggunakan

klasifikasi Oldeman dan dilakukan analisis menggunakan skenario Representative

Concentration Pathway (RCP) 8.5 untuk mengetahui skenario iklim masa depan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kecenderungan peningkatan

curah hujan dan suhu udara di Kota Banjarbaru selama periode pengamatan. Uji

Mann-Kendall menunjukkan bahwa peningkatan pada curah hujan belum dapat

dikatakan signifikan, sedangkan peningkatan pada suhu udara dapat dikatakan

signifikan. Tipe agroklimat Oldeman menunjukkan bahwa Kota Banjarbaru

memiliki tipe iklim C2 yang konsisten selama 30 tahun. Namun, terdapat

peningkatan jumlah bulan basah dari dekade 1 terdapat 5 bulan menjadi 6 bulan

pada dekade 2 dan dekade 3. Proyeksi berdasarkan skenario RCP 8.5 juga

menunjukkan potensi peningkatan suhu udara dan curah hujan di masa mendatang.

Temuan ini mengindikasikan bahwa Kota Banjarbaru telah mengalami dampak

perubahan iklim, yang berimplikasi terhadap sektor lingkungan dan pertanian.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI