DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PERKEMBANGAN CABAI RAWIT CV. HIYUNG BERDASARKAN HEAT UNIT YANG DITANAM SECARA EX SITU | |
| PENGARANG | : | FINDI HIDAYAT | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-06-23 |
FINDI HIDAYAT. Perkembangan Cabai Rawit cv. Hiyung Berdasarkan Heat unit yang Ditanam secara Ex situ, dibimbing oleh Rila Rahma Apriani.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya potensi pengembangan cabai rawit cv. Hiyung sebagai varietas lokal unggul asal Kalimantan Selatan yang memiliki tingkat kepedasan tinggi dan nilai ekonomi yang baik. Namun, budidaya cabai rawit cv. Hiyung selama ini masih terpusat di daerah asalnya, sehingga diperlukan kajian mengenai kemampuan adaptasinya apabila ditanam di luar habitat asal (ex situ). Salah satu faktor lingkungan yang sangat memengaruhi perkembangan tanaman adalah suhu, yang dapat dianalisis melalui pendekatan heat unit atau akumulasi satuan panas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suhu terhadap perkembangan tanaman cabai rawit cv. Hiyung yang ditanam secara ex situ.
Penelitian dilaksanakan di rumah kaca dan kebun percobaan Jurusan Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat, yang berlokasi di Banjarbaru pada September 2025 hingga Januari 2026. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengamatan terhadap iklim mikro, meliputi suhu, kelembaban relatif, dan intensitas cahaya, serta pengamatan fase perkembangan tanaman mulai dari semai, pindah tanam, muncul bunga, bunga mekar, pembentukan buah, hingga masak fisiologis. Nilai heat unit dihitung berdasarkan akumulasi suhu rata-rata harian di atas suhu dasar tanaman cabai rawit.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan tanaman cabai rawit cv. Hiyung yang ditanam secara ex situ dipengaruhi oleh interaksi suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya. Suhu rata-rata selama penelitian berada pada kisaran 27,33–27,63°C, yang masih sesuai untuk pertumbuhan cabai rawit. Tanaman menunjukkan variasi lama perkembangan dari 104 hingga 131 hari sejak semai sampai masak fisiologis. Akumulasi heat unit yang dibutuhkan berkisar antara 1.786,10–2.294,60°C hari, dengan kisaran perkembangan optimal pada 1.997,30–2.015,70°C hari. Intensitas cahaya yang lebih tinggi cenderung mempercepat perkembangan tanaman dan menurunkan kebutuhan akumulasi heat unit, sedangkan kelembaban udara yang lebih tinggi cenderung memperlambat fase pembungaan. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan heat unit dapat digunakan sebagai dasar dalam menentukan waktu tanam, prediksi panen, dan pengembangan budidaya cabai rawit cv. Hiyung pada lingkungan ex situ.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI