DIGITAL LIBRARY



JUDUL:VIABILITAS BENIH CABAI RAWIT CULTIVAR HIYUNG PADA METODE EKSTRAKSI DENGAN PERENDAMAN KAPUR TOHOR
PENGARANG:ROYANA FIRDA WIDYA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-06-23


ROYANA FIRDA WIDYA Viabilitas Benih Cabai Rawit Cultivar Hiyung pada Metode Ekstraksi dengan Perendaman Kapur Tohor, dimbing oleh Hikma Ellya, S.P., M.P.

            Kualitas benih merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan budidaya tanaman, terutama pada fase awal pertumbuhan. Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu benih cabai rawit adalah melalui proses ekstraksi yang tepat, karena benih cabai memiliki lapisan lendir yang dapat menghambat proses perkecambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kapur tohor terhadap viabilitas benih cabai rawit cv. Hiyung serta menentukan konsentrasi perlakuan yang paling optimal dalam proses ekstraksi.

Penelitian dilaksanakan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan empat taraf perlakuan konsentrasi kapur tohor, yaitu 0%, 1%, 2%, dan 3%, yang masing-masing diulang sebanyak lima kali. Parameter yang diamati meliputi daya berkecambah, potensi tumbuh maksimum, kecepatan tumbuh, panjang plumula, panjang radikula, dan berat kering kecambah. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam, serta analisis regresi untuk melihat kecenderungan respons perlakuan.

            Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman benih cabai rawit cv. Hiyung menggunakan larutan kapur tohor pada berbagai konsentrasi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap seluruh parameter viabilitas benih. Namun demikian, hasil analisis regresi menunjukkan adanya pengaruh nyata hubungan antara peningkatan larutan terhadap beberapa parameter viabilitas benih. Daya berkecambah, potensi tumbuh maksimum, dan panjang plumula menunjukkan pola hubungan dengan kondisi determinasi lebih dari 90% sedangkan kecepatan tumbuh, dan panjang radikula, menunjukkan pola hubungan dengan koefisien determinasi kurang dari 50%. Berdasarkan model regresi yang diperoleh, peningkatan konsentrasi kapur tohor sampai 2% meningkatkan daya berkecambah hingga 62,40% dan potensi tumbuh maksimum hingga 80,00%, sedangkan panjang plumula menunjukkan pola penurunan seiring dengan peningkatan konsentrasi kapur tohor. Peningkatan konsentrasi larutan kapur tohor hingga 2% dapat menurunkan panjang radikula tetapi terjadi peningkatan lagi pada 3%.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI