DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Analisis Produksi dan Kelayakan Usaha Perkebunan Kopi Robusta di Kabupaten Tabalong
PENGARANG:NANA IRIANI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-06-23


Penelitian bertujuan untuk menganalisis struktur biaya dan pendapatan serta menilai kelayakan finansial usaha perkebunan kopi robusta di Kabupaten Tabalong.  Lokasi terpilih untuk pengambilan data meliputi Desa Teratau (Kecamatan Haruai), Desa Santuun (Kecamatan Muara Uya), dan Desa Garagata (Kecamatan Jaro). Ketiga desa tersebut merupakan sentra pengembangan tanaman kopi Robusta di Kabupaten Tabalong.  Metode analisis yang digunakan adalah dengan kriteria investasi meliputi Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit Cost Ratio (B/C Ratio), dan Break Even Point (BEP) dengan tingkat suku bunga acuan sebesar 8,90%. Data yang digunakan merupakan data primer dan sekunder yang dianalisis secara kuantitatif.

 

Hasil penelitian menunjukkan struktur biaya di ketiga lokasi terdiri atas biaya alat dan bahan, tenaga kerja, pupuk, serta obat-obatan dan herbisida, dengan pengeluaran terbesar terjadi pada tahun pertama akibat besarnya biaya investasi awal. Pendapatan diperoleh melalui tiga saluran pemasaran yaitu buah segar, kopi kupas, dan biji kering, di mana penjualan biji kering secara konsisten memberikan nilai pendapatan tertinggi di ketiga lokasi. Seluruh lokasi penelitian memiliki nilai NPV positif, IRR lebih besar dari tingkat suku bunga acuan, serta B/C Ratio lebih dari 1, sehingga usaha perkebunan kopi robusta di ketiga lokasi dinyatakan layak secara finansial. Untuk memastikan perbandingan yang setara, seluruh nilai finansial absolut dinormalisasi ke satuan per hektar (Ha) berdasarkan rata-rata luas lahan masing-masing lokasi (Garagata 0,95 Ha, Teratau 1,00 Ha, Santuun 0,5625 Ha). Desa Teratau menunjukkan kinerja finansial terbaik dengan NPV sebesar Rp 97.134.295/Ha, IRR sebesar 97,07%, B/C Ratio sebesar 6,913, dan BEP dicapai pada tahun ke-3,1. Desa Garagata berada di posisi kedua dengan NPV sebesar Rp 54.565.903/Ha, IRR sebesar 32,91%, B/C Ratio sebesar 2,486, dan BEP pada sekitar tahun ke-4,3, sedangkan Desa Santuun memiliki NPV sebesar Rp 8.220.562/Ha, IRR sebesar 23,07%, B/C Ratio sebesar 1,831, dan BEP pada tahun ke-5,6. Perbedaan kinerja antar lokasi dipengaruhi oleh kondisi biofisik lahan, skala usaha, volume produksi, efisiensi biaya, serta intensitas pemeliharaan tanaman yang diterapkan di masing-masing wilayah.

Kata kunci:  kopi robusta, kelayakan finansial, NPV, IRR, B/C Ratio, payback period

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI