DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Efektivitas Streptomyces sp. Asal Lahan Rawa Untuk Menekan Penyakit Hawar Daun Bakteri (Xanthomonas oryzae) Pada Tanaman Padi Beras Merah (Oryza nivara L.)
PENGARANG:JOYANNAFRITA SURYAULI H
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-06-24


Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mengendalikan serangan penyakit hawar daun bakteri yang disebabkan oleh patogen Xanthomonas oryzae adalah dengan menggunakan agens antagonis berupa bakteri endofit yaitu Streptomyces sp. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan bakteri endofit Streptomyces sp. asal lahan rawa dalam menekan intensitas penyakit hawar daun bakteri dan mengetahui pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman padi beras merah. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan, sehingga diperoleh 20 ember bak percobaan.

Hasil dari penelitian ini terhadap parameter intensitas penyakit menunjukkan perlakuan perendaman benih dengan suspensi Streptomyces sp. dan aplikasi Streptomyces saat pindah tanam intensitas penyakit mencapai 2,91%, aplikasi saat umur tanaman 56 hst intensitas penyakit mencapai 2,68%, dan aplikasi saat perendaman benih, pindah tanam dan aplikasi saat umur tanaman 56 hst intensitas penyakit mencapai 1,20%, berbeda nyata dengan perlakuan kontrol yang meningkat dari 0,62% (7 hsi) menjadi 5,08% (21 hsi). Hal ini menunjukkan bahwa Streptomyces sp. efektif menekan perkembangan Xanthomonas oryzae selama periode pengamatan. Efektivitas pengendalian tertinggi diperoleh pada perendaman benih dengan suspensi Streptomyces sp. ditambah aplikasi saat pindah tanam ditambah aplikasi saat umur tanaman 56 hst dengan efektivitas mencapai 76,37% di 21 hsi. Nilai ini menunjukkan bahwa perlakuan perendaman benih dengan suspensi Streptomyces sp. ditambah aplikasi saat pindah tanam ditambah aplikasi saat umur tanaman 56 hst mampu mengurangi gejala penyakit hingga lebih dari 65% dibandingkan kontrol (40,98%). Perlakuan aplikasi Streptomyces sp. saat umur tanaman 56 hst dan perendaman benih dengan suspensi Streptomyces sp. ditambah aplikasi saat pindah tanam ditambah aplikasi saat umur tanaman 56 hst cenderung menghasilkan tinggi tanaman yang lebih besar dibandingkan kontrol pada sebagian besar umur pengamatan. Pada usia tanaman 7–9 mst, aplikasi Streptomyces sp. saat umur tanaman 56 hst mencatat tinggi tanaman tertinggi (126,28–132,35 cm), berbeda nyata dibandingkan kontrol (112,59-119,68 cm). Terhadap jumlah anakan perlakuan perendaman benih dengan suspensi Streptomyces sp. ditambah aplikasi saat pindah tanam ditambah aplikasi saat umur tanaman 56 hst memiliki jumlah anakan tertinggi pada semua umur pengamatan (3,50-9,50 anakan), dengan perbedaan nyata terhadap perlakuan lain terutama pada 4-9 mst. Banyaknya anakan pada perlakuan perendaman benih dengan suspensi Streptomyces sp. ditambah aplikasi saat pindah tanam ditambah aplikasi saat umur tanaman 56 hst menunjukkan bahwa aplikasi berulang Streptomyces sp. mampu meningkatkan vigor tanaman melalui peran bakteri endofit.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI