DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Studi Eksperimental Pengaruh Kombinasi Ukuran Agregat Kasar Terhadap Sifat Fisik dan Sifat Mekanik Pada Beton Normal | |
| PENGARANG | : | EKA SAKTI ELSIRAJI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-06-24 |
Beton merupakan material konstruksi yang banyak digunakan karena memiliki kuat tekan tinggi, namun kualitasnya sangat dipengaruhi oleh karakteristik agregat sebagai komponen utama dalam campuran. Variasi ukuran dan kombinasi agregat kasar dapat mempengaruhi kepadatan, kekuatan, serta durabilitas beton. Di Kalimantan Selatan, penggunaan material lokal seperti batu Katunun dengan ukuran 1/1 cm (A), 1/2 cm (B), dan 2/3 cm (C) masih belum banyak dikaji secara detail, khususnya terkait pengaruh kombinasi ukurannya terhadap kinerja beton. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kombinasi ukuran agregat kasar batu Katunun terhadap sifat mekanik dan sifat fisik beton normal dengan mutu rencana f’c 30 MPa.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pengujian pada umur beton 28 hari. Variasi campuran agregat yang digunakan meliputi A100-B0-C0, A0-B100-C0, A0-B0-C100, A55-B30-C15, A50-B35-C15, A45-B40-C15, dan A45-B45-C10. Pengujian yang dilakukan meliputi kuat tekan, kuat tarik belah, kuat lentur, absorpsi, porositas, dan sorptivity untuk mengetahui pengaruh kombinasi agregat terhadap sifat mekanik dan sifat fisik beton.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ukuran agregat memberikan pengaruh terhadap sifat mekanik dan sifat fisik beton. Nilai kuat tekan tertinggi diperoleh pada variasi A100-B0-C0 sebesar 35,08 MPa (116,9% dari mutu rencana), sedangkan nilai terendah pada variasi A0-B0-C100 sebesar 25,37 MPa (84,6%). Nilai kuat tarik belah berada antara 1,77–2,48 MPa atau sekitar 5,4%–9,1% terhadap kuat tekan beton, sedangkan kuat lentur berada antara 4,28–6,23 MPa atau sekitar 15,77%–18,91% terhadap kuat tekan beton. Nilai absorpsi, porositas, dan sorptivity masing-masing berada pada rentang 4,31%–5,26%, 7,58%–11,12%, dan 0,091–0,153. Secara umum, peningkatan nilai absorpsi, porositas, dan sorptivity cenderung menurunkan kuat tekan beton, meskipun hubungan tersebut tidak selalu linear karena dipengaruhi juga oleh susunan agregat, distribusi ukuran butiran, dan kepadatan beton yang dihasilkan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI