DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENGARUH PERCEIVED PERSONALIZATION TERHADAP PEMBELIAN IMPULSIF: PERAN MEDIASI FEAR OF MISSING OUT DAN HEDONIC MOTIVATION PADA KONSUMEN GEN Z (Studi pada Pengguna TikTok di Kalimantan Selatan) | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD AZEEM RAHMAN KRISDIANTO | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-06-24 |
Muhammad Azeem Rahman Krisdianto, Pengaruh Perceived Personalization terhadap Pembelian Impulsif: Peran Mediasi Fear of Missing Out dan Hedonic Motivation pada Konsumen Gen Z (Studi pada Pengguna TikTok di Kalimantan Selatan). Pembimbing: Laila Refiana Said.
Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah mengubah perilaku konsumen dalam melakukan pembelian. TikTok sebagai salah satu platform yang populer di kalangan Generasi Z memanfaatkan algoritma personalisasi untuk menampilkan konten yang sesuai dengan preferensi pengguna. Kondisi tersebut memungkinkan konsumen menerima informasi yang lebih relevan sehingga berpotensi memengaruhi perilaku pembelian impulsif. Selain itu, paparan konten yang dipersonalisasi juga dapat memunculkan respons psikologis berupa Fear of Missing Out (FoMO) dan Hedonic Motivation yang mendorong konsumen melakukan pembelian secara spontan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Perceived Personalization terhadap Impulsive Buying dengan peran mediasi Fear of Missing Out (FoMO) dan Hedonic Motivation pada konsumen Generasi Z pengguna TikTok di Kalimantan Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 153 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perceived Personalization berpengaruh positif dan signifikan terhadap FoMO dan Hedonic Motivation. FoMO dan Hedonic Motivation juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap Impulsive Buying. Namun, Perceived Personalization tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap Impulsive Buying. Selain itu, FoMO dan Hedonic Motivation terbukti mampu memediasi pengaruh Perceived Personalization terhadap Impulsive Buying. Temuan ini menunjukkan bahwa personalisasi konten pada TikTok lebih efektif memengaruhi pembelian impulsif melalui mekanisme psikologis konsumen dibandingkan melalui pengaruh langsung.
Kata kunci: Perceived Personalization, Fear of Missing Out (FoMO), Hedonic Motivation, Impulsive Buying, TikTok, Generasi Z.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI