DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Cultural Citizenship: Kesadaran dan Partisipasi Masyarakat dalam Merevitalisasi Tradisi Bahandipan pada Musim Tanam dan Panen di Desa Purwosari Baru Kecamatan Tamban | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD ALFI MAULANA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-06-25 |
Muhammad Alfi Maulana NIM. 2210112210014 (2026). Cultural Citizenship: Kesadaran dan Partisipasi Masyarakat dalam Merevitalisasi Tradisi Bahandipan pada Musim Tanam dan Panen di desa Purwosari baru Kecamatan Tamban. Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing Suroto.
Kata Kunci: Bahandipan,Cultural Citizenship, Kesadaran Masyarakat, Partisipasi Masyarakat, Revitalisasi Tradisi
Penelitian ini dilatarbelakangi memudarnya tradisi Bahandipan sebagai bentuk gotong royong masyarakat tani di Desa Purwosari Baru Kecamatan Tamban akibat perubahan sosial, modernisasi pertanian, serta menurunnya kesadaran dan partisipasi masyarakat. Tradisi Bahandipan mengandung nilai solidaritas, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial yang mencerminkan konsep Cultural Citizenship. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesadaran masyarakat dalam merevitalisasi tradisi Bahandipan serta partisipasi masyarakat dalam merevitalisasi nilai gotong royong. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kepala desa, tetua desa, ketua kelompok tani, masyarakat, dan generasi muda. Analisis data dilakukan secara induktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap tradisi Bahandipan masih ada sebagai warisan budaya dan sarana mempererat solidaritas sosial, namun pelaksanaannya menurun akibat sistem kerja borongan, teknologi pertanian modern, dan rendahnya minat generasi muda. Partisipasi masyarakat masih terlihat saat musim tanam dan panen, meskipun tidak seintensif sebelumnya. Revitalisasi tradisi Bahandipan memerlukan dukungan masyarakat, generasi muda, dan pemerintah desa agar nilai gotong royong dan Cultural Citizenship tetap terjaga dalam kehidupan masyarakat pedesaan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI