DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENDEKATAN LEAN CONSTRUCTION UNTUK PENANGANAN PEMBOROSAN (WASTE) PADA PEKERJAAN BANGUNAN GEDUNG NEGARA | |
| PENGARANG | : | ZAHRA AULIA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-06-25 |
Proyek konstruksi gedung negara merupakan suatu rangkaian kegiatan kompleks yang menuntut integrasi sumber daya masif dengan batasan ketat pada aspek biaya, mutu, dan waktu. Tingginya kompleksitas pekerjaan yang melibatkan koordinasi lintas disiplin berpotensi memunculkan beragam bentuk pemborosan (waste), yakni segala aktivitas yang menyerap sumber daya tanpa memberikan nilai tambah (non-value-added activities). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor pemborosan dominan, menganalisis akar permasalahannya, serta merumuskan strategi penanganan berbasis pendekatan lean construction. Konsep esensial dari lean construction bertumpu pada pendeteksian dan pengeliminasian tujuh klasifikasi pemborosan. Ketujuh aspek tersebut mencakup overproduction, waiting, transportation, inappropriate processing, inventory, motion, serta defects. Melalui reduksi sistematis terhadap berbagai aktivitas yang tidak bernilai tambah, eksekusi proyek dapat berlangsung dengan tingkat efisiensi, ketepatan waktu, dan efektivitas biaya yang jauh lebih tinggi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada praktisi proyek. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan uji validitas dan reliabilitas, dilanjutkan dengan metode Borda untuk pemeringkatan faktor dominan, serta Root Cause Analysis (RCA) terintegrasi 5 Why’s untuk mengetahui akar masalah. Temuan penelitian mengonfirmasi tiga pemborosan utama: (1) Waiting akibat cuaca tidak mendukung (skor 174; bobot 0,203), (2) Overproduction berupa fabrikasi material lebih awal (skor 88; bobot 0,117), dan (3) Inappropriate Processing dalam bentuk tingginya intensitas terjadinya repair (skor 114; bobot 0,166). Sintesis 5 Why’s membuktikan bahwa inefisiensi ini berakar pada tingginya ketergantungan manajemen lapangan terhadap sistem penjadwalan konvensional (push system) yang sangat kaku. Sebagai usulan perbaikan, dirumuskan strategi mitigasi lean construction yang mencakup penerapan Last Planner System (LPS) dan daily huddle untuk mengelola kendala cuaca secara adaptif; implementasi pull system dan batasan Work-in-Progress (WIP) untuk mendisiplinkan laju Overproduction; serta aplikasi prinsip Built-in Quality melalui instrumen Poka-Yoke guna mencegah pekerjaan berulang.
Kata kunci: pemborosan, pembangunan gedung, lean construction, metode Borda, Root Cause Analysis (RCA).
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI