DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Efektivitas Trichoderma sp. Sebagai Pengendali Penyakit Bercak Daun Curvularia sp. Pada Bibit Kelapa Sawit. | |
| PENGARANG | : | AKHMAD RAYHAN AL FATTAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-06-25 |
Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan utama di Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Tanaman kelapa sawit pada tahap pembibitan rentan terserang penyakit bercak daun yang disebabkan oleh Curvularia sp. Pengendalian penyakit menggunakan fungisida sintetik berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Kondisi tersebut memerlukan alternatif pengendalian hayati yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas Trichoderma sp. dalam mengendalikan penyakit bercak daun Curvularia sp. pada bibit kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Jurusan Proteksi Tanaman dan Laboratorium Fitopatologi, Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru pada bulan September-November 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan empat taraf perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang digunakan terdiri atas T0 tanpa aplikasi Trichoderma sp., T1 aplikasi Trichoderma sp. 10 ml/polybag, T2 aplikasi Trichoderma sp. 15 ml/polybag dan T3 aplikasi Trichoderma sp. 20 ml/polybag. Variabel pengamatan meliputi masa inkubasi penyakit, intensitas serangan penyakit serta faktor lingkungan berupa suhu, kelembapan, curah hujan dan pH tanah. Data dianalisis menggunakan uji homogenitas ragam Bartlett, analisis ragam (ANOVA) dan uji lanjut BNT pada taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Trichoderma sp. mampu memperpanjang masa inkubasi dan menekan intensitas serangan penyakit bercak daun akibat Curvularia sp. pada bibit kelapa sawit. Perlakuan dengan dosis 20 ml menghasilkan masa inkubasi terlama yaitu 5,50 HSI sedangkan tanpa perlakuan menghasilkan masa inkubasi tercepat yaitu 3,25 HSI. Intensitas serangan penyakit terendah terdapat pada perlakuan dengan dosis 20 ml yaitu 9,79% pada 1 MSI, 6,25% pada 2 MSI dan 7,29% pada 3 MSI. Intensitas serangan penyakit tertinggi terdapat pada tanpa perlakuan atau kontrol yaitu 44,79% pada 1 MSI, 58,33% pada 2 MSI dan 66,67% pada 3 MSI. Hasil analisis RAK menunjukkan bahwa perlakuan Trichoderma sp. berpengaruh sangat nyata terhadap intensitas serangan penyakit pada setiap waktu pengamatan. Pengaruh kelompok tidak nyata pada 1 dan 2 MSI tetapi berpengaruh sangat nyata pada 3 MSI. Kondisi lingkungan selama penelitian meliputi suhu rata-rata 28,6°C, kelembapan 82,66%, curah hujan 20 mm dan pH tanah 6,6. Kondisi tersebut masih mendukung perkembangan patogen dan aktivitas agens hayati. Aplikasi Trichoderma sp., terutama pada dosis 20 ml/polybag, tetap efektif menekan perkembangan penyakit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Trichoderma sp. berpotensi digunakan sebagai alternatif pengendalian hayati penyakit bercak daun pada pembibitan kelapa sawit. Namun perlu peningkatan optimalisasi terkait variasi dosis, metode aplikasi dan interval pemberian Trichoderma sp.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI