DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | EKSISTENSI TRADISI METAWE DALAM PERSPEKTIF CIVIC CULTURE DI DESA TANJUNG LALAK KECAMATAN PULAU LAUT KEPULAUAN KABUPATEN KOTABARU | |
| PENGARANG | : | TASKIATUN NISA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-06-25 |
Budaya kewarganegaraan (civic culture) dalam membentuk kehidupan masyarakat yang harmonis melalui sikap saling menghormati, kesantunan, dan tanggung jawab sosial. Namun, perkembangan modernisasi dan teknologi telah memengaruhi pola interaksi masyarakat serta keberlangsungan kearifan lokal, termasuk tradisi Metawe pada masyarakat Mandar di Desa Tanjung Lalak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap saling menghormati, mendeskripsikan kesantunan dalam berinteraksi, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi eksistensi tradisi Metawe dalam perspektif civic culture.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat, orang tua, dan generasi muda. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Metawe masih berperan dalam membentuk sikap saling menghormati dan kesantunan masyarakat Mandar melalui kebiasaan mengucapkan salam, meminta izin, menghormati orang yang lebih tua, dan menjaga tata krama dalam pergaulan sehari-hari. Tradisi ini dipertahankan melalui pembiasaan dalam keluarga, keteladanan tokoh adat, serta pewarisan nilai budaya kepada generasi muda. Eksistensinya didukung oleh peran keluarga, kesadaran masyarakat, dan komitmen menjaga budaya. Meskipun demikian, tradisi Metawe tetap relevan sebagai kearifan lokal yang mendukung pembentukan warga negara yang santun, beradab, dan bertanggung jawab.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI