DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Analisis Perubahan Cuaca Ekstrem Terhadap Risiko Usaha dan Kelayakan Finansial Nelayan Jaring Tarik Berkantong di Desa Tanjung Dewa Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan
PENGARANG:ROFI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-06-26


Perubahan cuaca ekstrem yang ditandai dengan angin kencang, gelombang tinggi, dan pola musim yang tidak menentu telah menjadi tantangan utama bagi nelayan di wilayah pesisir Indonesia, termasuk di Desa Tanjung Dewa, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. Nelayan jaring tarik berkantong di desa ini menghadapi ketidakpastian yang signifikan dalam hal produksi dan harga akibat variasi kondisi musim penangkapan, yaitu Musim Timur, Musim Peralihan, dan Musim Barat. Nelayan pesisir Kalimantan Selatan rata-rata tidak dapat melaut selama 80 hari per tahun atau setara 2–3 bulan efektif, yang berdampak langsung pada pendapatan dan keberlanjutan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan profil usaha perikanan tangkap nelayan jaring tarik berkantong, (2) menganalisis risiko usaha pada tiga musim penangkapan, dan (3) menganalisis kelayakan finansial usaha perikanan tangkap jaring tarik berkantong di Desa Tanjung Dewa. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner terhadap 50 responden nelayan jaring tarik berkantong yang dipilih secara acak dari populasi 106 unit alat tangkap aktif. Data yang dikumpulkan meliputi data produksi, harga jual, biaya investasi, biaya tetap, dan biaya variabel pada masing-masing musim penangkapan. Analisis data mencakup: (1) analisis risiko usaha menggunakan koefisien variasi (CV) dan batas bawah (L) untuk menentukan kategori risiko produksi dan risiko harga; serta (2) analisis kelayakan finansial menggunakan Revenue Cost Ratio (R/C Ratio) dan Payback Period (PP). Usaha dikategorikan berisiko rendah apabila CV < 0,5 dan L > 0, berisiko sedang apabila CV ≥ 0,5 dan L > 0, serta berisiko tinggi apabila L < 0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nelayan jaring tarik berkantong di Desa Tanjung Dewa merupakan nelayan skala kecil yang beroperasi dengan teknologi sederhana, mengandalkan modal sendiri dan tenaga kerja keluarga. Rata-rata penerimaan total nelayan adalah Rp16.787.333 per bulan dengan biaya total Rp6.802.918 per bulan, menghasilkan pendapatan bersih rata-rata sebesar Rp9.942.225 per bulan. Nilai R/C Ratio rata-rata keseluruhan sebesar 2,69 menunjukkan bahwa setiap Rp1,00 biaya yang dikeluarkan menghasilkan penerimaan sebesar Rp2,69, sehingga usaha ini layak secara finansial. R/C Ratio tertinggi diperoleh pada Musim Barat (3,62), diikuti Musim Peralihan (2,37), dan Musim Timur (2,09). Nilai Payback Period sebesar 1,12 tahun mengindikasikan bahwa modal investasi yang dikeluarkan nelayan dapat dikembalikan dalam waktu kurang dari satu setengah tahun. Analisis risiko produksi menunjukkan bahwa Musim Peralihan dan Musim Barat tergolong berisiko rendah, masing-masing dengan nilai CV sebesar 0,10 dan 0,29 serta nilai batas bawah (L) positif (L = 219,86 kg dan L = 149,91 kg). Sebaliknya, Musim Timur tergolong berisiko sedang dengan nilai CV sebesar 0,55 dan L = 413,18 kg, mencerminkan variasi hasil tangkapan yang lebih besar antar nelayan pada musim tersebut meskipun potensi kerugian tetap dapat dihindari. Adapun analisis risiko harga menunjukkan bahwa seluruh musim penangkapan tergolong berisiko rendah dengan nilai CV di bawah 0,5. Stabilitas harga ini dipengaruhi oleh sistem pemasaran yang relatif baku melalui jaringan pengepul lokal.

Kata Kunci

:

Jaring Tarik Berkantong, Risiko Produksi, Risiko Harga, Kelayakan Finansial, R/C Ratio, Koefisien Variasi

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI