DIGITAL LIBRARY



JUDUL:INOVASI PELAYANAN SAMSAT MEMBAYAR MALAM (SAMALAM) PADA PEMBAYARAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR (STUDI PADA KANTOR UNIT PELAYANAN PENDAPATAN DAERAH SAMSAT BANJARMASIN II)
PENGARANG:AULIA FAUZIAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-06-26


Inovasi pelayanan publik merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan agar lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Salah satu inovasi yang dikembangkan oleh UPPD SAMSAT Banjarmasin II adalah layanan Samsat Membayar Malam (SAMALAM), yaitu layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor yang beroperasi pada sore hingga malam hari. Program ini dihadirkan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang tidak dapat mengakses layanan pada jam kerja reguler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi inovasi pelayanan SAMALAM terhadap pembayaran pajak kendaraan bermotor serta faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaannya.

 

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung pada kegiatan pelayanan, wawancara mendalam dengan Kepala Seksi Pelayanan PKB, petugas SAMALAM, dan wajib pajak, serta dokumentasi terkait kegiatan penelitian. Proses pengolahan data dilakukan dengan menggunakan analisis interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan serta verifikasi kesimpulan.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi inovasi pelayanan SAMALAM di UPPD SAMSAT Banjarmasin II secara umum telah berjalan dengan baik berdasarkan lima indikator teori inovasi pelayanan publik Rogers yang meliputi relative advantage, compatibility, complexity, trialability, dan observability.. Keberhasilan program ini sangat didukung oleh waktu pelayanan yang efisien serta proses yang sederhana melalui sistem one stop service dengan persyaratan administratif yang tidak rumit. Meskipun pelaksanaannya telah sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang memiliki kesibukan di siang hari, layanan ini masih menghadapi beberapa faktor hambatan. Hambatan tersebut meliputi kendala teknis akibat gangguan jaringan atau sistem pusat, kelalaian petugas (human error) yang mengakibatkan tertukarnya notice pajak, serta terbatasnya metode pembayaran digital karena ketiadaan opsi QRIS. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan stabilitas sistem jaringan, penerapan prosedur pengecekan ganda (double cross-check) secara ketat, serta penambahan metode pembayaran QRIS untuk mendukung efektivitas layanan secara optimal.

 

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI