DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PRAKTIK KEWARGANEGARAAN EKOLOGIS MASYARAKAT BANTARAN SUNGAI DALAM PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS PRINSIP 3R DI KAMPUNG BIRU KOTA BANJARMASIN
PENGARANG:SITI AINUR RAHMI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-06-26


ABSTRAK

Siti Ainur Rahmi. 2026. Praktik Kewarganegaraan Ekologis Masyarakat Bantaran Sungai dalam Pengelolaan Sampah Berbasis Prinsip 3R di Kampung Biru Kota Banjarmasin. Skripsi. Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, FKIP Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing (1) Dian Agus Ruchliyadi.

 

Kata Kunci: Kewarganegaraan Ekologis, Masyarakat Bantaran Sungai, Pengelolaan Sampah, Prinsip 3R

 

Kampung Biru merupakan pemukiman di daerah bantaran Sungai Martapura yang terletak di Kelurahan Melayu, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan. Setiap perilaku dan tindakan masyarakat di bantaran sungai sangat berpengaruh pada bagaimana kualitas sungai serta kondisi lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, kewarganegaraan ekologis harus dipraktikkan oleh masyarakat bantaran sungai di Kampung Biru guna mendukung keberlanjutan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ekologis bantaran sungai, praktik kewarganegaraan ekologis masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis 3R serta hambatan pengelolaan sampah yang dihadapi masyarakat bantaran sungai di Kampung Biru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan tahap pemilihan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang didapat yaitu: (1) Kondisi ekologis bantaran sungai di Kampung Biru menunjukkan adanya pencemaran akibat aktivitas warga setempat yang membuang sampah ke sungai dan kiriman dari hulu. Meskipun warga sudah mulai berlangganan paman gerobak dan sebagian langsung membuang sampah TPS, namun masih ada warga yang langsung membuang sampah ke sungai dengan alasan tidak mampu untuk berlangganan paman gerobak. (2) Praktik Pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R di Kampung Biru masih belum optimal dan cenderung parsial. Kebanyakan warga hanya terbiasa memilah antara sampah organik dan anorganik. Praktik Reduce masih belum begitu terlihat, sedangkan paktik Reuse terlihat dari sebagian warga yang memanfaatkan kembali barang-barang bekas menjadi pot tanaman dan menggunakan produk refil.  Adapun praktik Recycle dilakukan secara tidak langsung oleh sebagian warga dengan menjual barang-barang bekas dan sampah plastik ke pengepul sampah. Kondisi ini menunjukkan bahwa praktik kewarganegaraan ekologis dalam pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R sudah cukup terlihat di Kampung Biru. (3) Hambatan pengelolaan sampah di Kampung Biru meliputi hambatan internal dan eksternal. Hambatan internal meliputi kebiasaan sebagian warga yang masih membuang sampah ke sungai serta persepsi bahwa pengelolaan sampah adalah kegiatan yang rumit. Hambatan eksternal ditunjukkan oleh minimnya fasilitas seperti tidak tersedianya tempat sampah terpilah, bank sampah dan akses yang jauh ke TPS, serta tidak adanya pelatihan bagi warga dalam memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang bernilai.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI