DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Dinamika Multitemporal Garis Pantai dan Analisis Tipologi Pesisir di Estuaria Sungai Batakan | |
| PENGARANG | : | GERARDA ANASTASYA BISA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-06-27 |
Gerarda Anastasya Bisa. 2026. NIM 2210416220027. Dinamika Multitemporal Garis Pantai dan Analisis Tipologi Pesisir di Estuaria Sungai Batakan. Pembimbing: Efrinda Ari Ayuningtyas, S.Si., M.Sc.
Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika perubahan garis pantai multitemporal tahun 2020-2025 di Estuaria Sungai Batakan serta mengkaji pengaruh tipologi pesisir terhadap pola perubahan garis pantai yang berkembang pada lingkungan estuari. Estuaria Sungai Batakan merupakan kawasan transisi antara daratan dan laut yang dipengaruhi oleh interaksi proses fluvial, pasang surut, dan marin, sehingga membentuk karakter geomorfologi pesisir yang dinamis dan menghasilkan variasi perubahan garis pantai pada setiap bagian kawasan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods) yang mengintegrasikan analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif dilakukan melalui ekstraksi garis pantai multitemporal menggunakan citra Sentinel-2 berbasis Google Earth Engine (GEE) dan analisis perubahan garis pantai menggunakan Digital Shoreline Analysis System (DSAS). Analisis kualitatif dilakukan melalui interpretasi geomorfologi, identifikasi bentuklahan pesisir, analisis karakteristik sedimen, serta observasi lapangan untuk mengidentifikasi tipologi pesisir dan mengkaji keterkaitannya dengan dinamika garis pantai.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika garis pantai Estuaria Sungai Batakan selama periode 2020-2025 didominasi oleh kecenderungan akresi yang mencerminkan berkembangnya lingkungan deposisional estuarin. Perubahan garis pantai menunjukkan pola yang berbeda pada setiap tipologi pesisir sebagai respons terhadap variasi proses geomorfologi dan hidrodinamika yang bekerja. Tipologi Tidal Deposition Coasts berkembang pada lingkungan rataan pasang surut (mudflat) yang dicirikan oleh dominasi sedimentasi pasang surut dan akumulasi sedimen halus, sehingga menunjukkan perkembangan garis pantai paling progresif. Tipologi Marine Deposition Coasts berkembang pada zona pesisir terbuka yang dipengaruhi aktivitas gelombang dan transport sedimen litoral, sehingga menghasilkan dinamika garis pantai yang lebih bervariasi melalui proses akresi dan abrasi. Sementara itu, tipologi Fluvio-Marine Deposition Coasts berkembang pada dataran aluvial pantai sebagai zona transisi antara lingkungan estuari dan pesisir terbuka yang memperlihatkan respons perubahan garis pantai paling kompleks akibat interaksi proses fluvial dan marin yang berlangsung secara bersamaan. Perbedaan karakter geomorfologi, sumber sedimen, dan proses hidrodinamika pada masing-masing tipologi menghasilkan pola perubahan garis pantai yang berbeda. Dinamika tersebut berimplikasi terhadap perkembangan morfologi muara, pembentukan habitat pesisir, perkembangan vegetasi mangrove, serta aktivitas masyarakat yang memanfaatkan kawasan estuaria. Hasil penelitian menegaskan bahwa tipologi pesisir memiliki peran penting dalam mengontrol dinamika garis pantai dan menjadi dasar dalam penyusunan pengelolaan Estuaria Sungai Batakan yang adaptif, berkelanjutan, dan selaras dengan karakter geomorfologi kawasan.
Kata Kunci: dinamika garis pantai, tipologi pesisir, estuaria, DSAS, Sentinel-2
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI