DIGITAL LIBRARY



JUDUL:STUDI PENJADWALAN MENGGUNAKAN METODE CPM DAN PDM PADA PROYEK REHABILITASI JALAN CARAKA – SUKAMAJU – SUKAMARA DAN JALAN SEMANGAT (KELURAHAN LANDASAN ULIN UTARA) (PAKET 4)
PENGARANG:SITI SHAILA NAZWA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-06-27


 

 

Efisiensi waktu dalam proyek rehabilitasi jalan sangat bergantung pada metode penjadwalan yang digunakan untuk mengendalikan ketergantungan antaraktivitas. Proyek Rehabilitasi Jalan Caraka–Sukamaju–Sukamara dan Jalan Semangat saat ini hanya menggunakan laporan progres konvensional tanpa adanya analisis lintasan kritis, yang berisiko menimbulkan keterlambatan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil penjadwalan menggunakan metode Critical Path Method (CPM) dan Precedence Diagram Method (PDM), serta mengidentifikasi aktivitas-aktivitas yang berada pada jalur kritis proyek.

Data penelitian diperoleh melalui wawancara dengan pengawas lapangan dan dokumen laporan progres proyek. Data tersebut digunakan untuk menyusun Work Breakdown Structure (WBS), menentukan durasi dan hubungan ketergantungan antaraktivitas, kemudian dilakukan analisis penjadwalan menggunakan metode CPM dan PDM untuk memperoleh durasi proyek serta lintasan kritis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode CPM menghasilkan durasi proyek selama 33 hari, sedangkan metode PDM menghasilkan durasi proyek selama 46 hari. Durasi yang lebih panjang pada metode PDM disebabkan oleh adanya penerapan lag (waktu tunggu) pada hubungan ketergantungan antaraktivitas sehingga jadwal yang dihasilkan lebih mencerminkan kondisi pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Aktivitas kritis pada metode CPM terdiri dari Lapis Pondasi Agregat Kelas A, Lapis Resap Pengikat, Lapis Perekat, Lataston Lapis Aus (HRS-WC), dan Bahan Anti Pengelupasan. Sementara itu, aktivitas kritis pada metode PDM meliputi Lapis Pondasi Agregat Kelas A, Lapis Perekat, Lataston Lapis Aus (HRS-WC), dan Bahan Anti Pengelupasan. Berdasarkan data realisasi proyek, durasi pelaksanaan di lapangan adalah 52 hari, sehingga hasil penjadwalan metode PDM lebih mendekati kondisi aktual dibandingkan metode CPM. Oleh karena itu, metode PDM dinilai lebih mampu menggambarkan urutan dan ketergantungan pekerjaan sesuai kondisi pelaksanaan proyek yang sebenarnya.

 

Kata Kunci:

Critical Path Method (CPM), Precedence Diagram Method (PDM), Penjadwalan Proyek, Jalur Kritis, Durasi Proyek.

Time efficiency in road rehabilitation projects relies heavily on the scheduling method used to manage inter-activity dependencies. The Caraka–Sukamaju–Sukamara and Semangat Road Rehabilitation Project currently relies solely on conventional progress reports without critical path analysis, risking potential project delays. This study aims to compare the scheduling accuracy of the Critical Path Method (CPM) and the Precedence Diagram Method (PDM), as well as to map the sequence of critical activities within the project.

Project data were obtained through interviews with field supervisors and project progress reports. The data were utilized to develop a Work Breakdown Structure (WBS), determine durations, and establish activity dependencies, followed by scheduling analysis using CPM and PDM to determine the project duration and critical paths.

The results indicate that the CPM method yields a project duration of 33 days, whereas the PDM method results in a project duration of 46 days. The longer duration in the PDM method is attributed to the application of lag (waiting time) in activity dependencies, which generates a schedule that more accurately reflects actual field conditions. The critical path in the CPM method comprises Aggregate Base Course Class A, Prime Coat, Tack Coat, Thin Asphalt Concrete-Wearing Course (TAC-WC/HRS-WC), and Anti-Stripping Agent. Meanwhile, the critical activities in the PDM method include Aggregate Base Course Class A, Tack Coat, Thin Asphalt Concrete-Wearing Course (TAC-WC/HRS-WC), and Anti-Stripping Agent. Based on actual project realization data, the field execution duration was 52 days, demonstrating that the scheduling results of the PDM method are closer to actual conditions than those of the CPM method. Consequently, the PDM method is considered more capable of representing the sequence and dependencies of work in accordance with actual project execution

 

Keywords:

Road Rehabilitation, Project Scheduling, Critical Path Method (CPM), Precedence Diagram Method (PDM), Critical Path.

 

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI