DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Batas Cair Tanah Lempung Anorganik Dengan Uji Kerucut Jatuh: Pengaruh Temperatur 105?°C ±?5?°C | |
| PENGARANG | : | HADISTI ANDARA PUTRA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-06-28 |
Tanah lempung menunjukkan sifat plastisitas yang tinggi, daya dukung yang rendah, serta dapat mengalami pemuaian dan penyusutan yang besar karena perubahan kadar air. Salah satu penanda penting untuk mengidentifikasi tanah lempung adalah batas cairnya. Diduga bahwa proses pengeringan sebelum pengujian dapat memengaruhi nilai batas cair karena terjadinya perubahan pada susunan dan ikatan air dalam tanah. Studi ini berupaya meneliti pengaruh suhu pengeringan 105°C ± 5°C terhadap nilai batas cair tanah lempung anorganik. Pengujian dilakukan memakai metode kerucut jatuh (fall cone method) berdasarkan BS 1377-2:1990 pada contoh Bentonite, Kaolin, Laterit, serta campuran Kaolin-Laterit sebanyak 25%, 50%, dan 75%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai batas cair dalam kondisi awal untuk Bentonite, Kaolin, Laterit, Kaolin-Laterit 25%, Kaolin-Laterit 50%, dan Kaolin-Laterit 75% masing-masing adalah 235,90%; 73,24%; 27,85%; 39,02%; 52,51%; dan 63,61%. Sesudah proses pengeringan dalam oven, nilai-nilai tersebut berubah menjadi 196,78%; 69,34%; 20,12%; 35,76%; 44,66%; dan 59,31%. Hasil penelitian ini mengisyaratkan bahwa pengeringan pada suhu 105°C ± 5°C memberi pengaruh pada berkurangnya nilai batas cair, khususnya pada jenis tanah dengan tingkat plastisitas tinggi.
Kata kunci: lempung, batas cair, kerucut jatuh, pengeringan, plastisitas tanah
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI