DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Efektivitas Penambahan Larutan Glukosa pada Media Penetasan terhadap Perkembangan Embrio, Daya Tetas dan Kelangsungan Hidup Larva Ikan Papuyu (Anabas testudineus Bloch)
PENGARANG:AKHMAD FAUZI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-06-29


ABSTRAK

 

Akhmad Fauzi. 2026. Efektivitas Penambahan Larutan Glukosa pada Media Penetasan terhadap Perkembangan Embrio, Daya Tetas dan Kelangsungan Hidup Larva Ikan Papuyu (Anabas testudineus Bloch). Pembimbing: (1) Dr. SLAMAT S.Pi., M.Si. (2) Dr. Ir. Hj. RUKMINI, M.P.

 

 

 

Glukosa berpotensi meningkatkan efisiensi penetasan melalui perbaikan keseimbangan osmotik dan stabilitas lingkungan media. Penambahan glukosa dalam media penetasan ikan papuyu berpotensi menjadi inovasi sederhana namun efektif untuk meningkatkan hatching rate dan survival rate. Kebutuhan peningkatan produksi benih ikan papuyu secara berkelanjutan, terutama di kalimantan selatan, di mana permintaan pasar terhadap ikan papuyu terus meningkat. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh penambahan larutan glukosa terhadap perkembangan embrio, daya tetas serta kelangsungan hidup larva ikan papuyu dan enganalisis berapa dosis glukosa yang optimal untuk perkembangan embrio, daya tetas serta kelangsungan hidup larva ikan papuyu. Penelitian ini dilaksanakan di sungai ulin, kecamatan banjarbaru utara, dengan menggunakan induk ikan papuyu yang diperoleh dari balai benih induk ikan lokal karang intan (BBII) di kabupaten banjar. Induk yang digunakan berusia kurang dari 1,5 tahun, dengan betina berusia kurang dari 1 tahun dan jantan kurang dari 1 tahun. Sebelum pemijahan, seluruh induk ditimbang, dengan kriteria minimal bobot induk betina 100 g dan jantan sekitar 50 g. Telur yang telah dibuahi kemudian diinkubasi dalam media penetasan berupa aquades menggunakan masing-masing 20 butir per cawan petri untuk setiap perlakuan, dengan penambahan larutan glukosa sesuai dosis yang ditetapkan, yaitu a = 0,2 g glukosa/100 mL akuades, b = 0,4 g glukosa/100 mL akuades, c = 0,6 g glukosa/100 mL akuades, dan d tanpa penambahan glukosa sebagai kontrol. Parameter penelitian terdiri dari perkembangan embrio, diametertelur, daya tetas telur, perkembangan dan pertumbuhan larva, kelangsungan hidup dan kualitas air. Penambahan larutan glukosa pada media penetasan tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap perkembangan embrio, daya tetas, perkembangan embrio, dan kelangsungan hidup larva ikan papuyu. Dosis glukosa terbaik untuk perkembangan embrio, daya tetas, dan kelangsungan hidup larva ikan papuyu adalah 0,6 g/100 mL akuades. Dosis ini menunjukkan respons biologis paling optimal, dengan regresi perkembangan embrio Y = -0,375x + 8,5717 dan R² = 0,0057, daya tetas Y = 0,3333x + 19,733, serta pertumbuhan larva Y = 0,2833x + 2,5733 dan R² = 0,0643. Seluruh perlakuan juga menghasilkan kelangsungan hidup larva 100% hingga hari ke-3.

 

 

 

Katakunci : Glukosa, Embrio, Daya tetas telur, larva, ikan papuyu

 

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI