DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Evaluasi Kuantitas Penggunaan Antibiotik dengan Metode DDD dan DU90% pada Pasien Demam Tifoid Rawat Inap di RSD Idaman Banjarbaru Periode 2024-2025 | |
| PENGARANG | : | ERIKA INDRIANI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-06-29 |
Demam tifoid merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia dan memerlukan terapi antibiotik sebagai penanganan utama. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat meningkatkan risiko resistensi, sehingga diperlukan evaluasi penggunaan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid dewasa rawat inap di RSD Idaman Banjarbaru periode 2024–2025 menggunakan metode Defined Daily Dose (DDD) dan Drug Utilization 90% (DU90%). Sampel yang dianalisis mulai tahun 2024-2025 sebanyak 127 pasien. Data dianalisis untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik, nilai DDD/100 patient-days, serta segmen DU90%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik didominasi oleh terapi tunggal dan rute pemberian injeksi, dengan golongan sefalosporin sebagai yang paling banyak digunakan. Antibiotik dengan nilai DDD/100 patient-days tertinggi adalah ceftriaxone pada kedua periode penelitian dan juga merupakan satu-satunya antibiotik yang masuk dalam segmen DU90%. Selain itu, terdapat perubahan pola penggunaan antibiotik antara tahun 2024 dan 2025, namun variasi penggunaan antibiotik secara keseluruhan tetap terbatas.Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pola penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid masih terpusat pada satu jenis antibiotik, yaitu ceftriaxone. Kondisi ini mengindikasikan perlunya evaluasi penggunaan antibiotik secara berkala untuk meningkatkan rasionalitas terapi dan mencegah resistensi antimikroba
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI