DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | POLA DISTRIBUSI TOTAL SUSPENDED SOLIDS (TSS) BERDASARKAN DINAMIKA ARUS PASANG SURUT DI PERAIRAN MUARA SUNGAI BARITO KALIMANTAN SELATAN | |
| PENGARANG | : | LULU KINTAN NURFADILA AFANDI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-06-29 |
Muara Sungai Barito merupakan wilayah estuari dengan dinamika perairan kompleks akibat pertemuan aliran Sungai Barito dan Laut Jawa yang dipengaruhi oleh pasang surut sebagai pengendali utama transport sedimen tersuspensi. Parameter Total Suspended Solids (TSS) menjadi indikator penting kualitas perairan karena memengaruhi kekeruhan, penetrasi cahaya, dan keseimbangan ekosistem muara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe pasang surut dan karakteristik arus, menganalisis distribusi dan konsentrasi TSS pada kondisi menuju pasang dan menuju surut, serta menganalisis keterkaitan dinamika arus pasang surut dengan pola distribusi TSS di Perairan Muara Sungai Barito. Data arus diukur menggunakan layang-layang arus metode Lagrangian, sampel TSS dianalisis secara gravimetri mengacu SNI 06-6989.3-2019, prediksi pasang surut dilakukan menggunakan MIKE 21, pemetaan sebaran TSS menggunakan interpolasi Inverse Distance Weighted (IDW) pada ArcGIS, serta keterkaitan arus dan TSS dianalisis dengan korelasi Pearson Product Moment.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe pasang surut di Perairan Muara Sungai Barito adalah campuran condong ke harian tunggal (mixed tide prevailing diurnal). Kecepatan arus kondisi menuju pasang berkisar 0,139–0,579 m/s (rata-rata 0,349 m/s) dengan arah dominan ke utara–timur laut, sedangkan kondisi menuju surut berkisar 0,231–1,199 m/s (rata-rata 0,569 m/s) dengan arah dominan ke selatan–barat daya. Konsentrasi TSS kondisi menuju pasang berkisar 33–196 mg/L (rata-rata 76,64 mg/L) dengan konsentrasi tertinggi terkonsentrasi di zona mulut muara, sedangkan kondisi menuju surut berkisar 20–111 mg/L (rata-rata 51,14 mg/L) dengan konsentrasi tertinggi di zona badan sungai yang menurun secara gradual ke arah laut. Analisis korelasi Pearson menunjukkan korelasi positif sedang yang signifikan pada kondisi menuju pasang (r = 0,550; R² = 0,302; p = 0,042), sedangkan pada kondisi menuju surut korelasi bersifat lemah dan tidak signifikan (r = 0,282; R² = 0,080; p = 0,329). Dinamika arus pasang surut terbukti memengaruhi pola distribusi TSS terutama melalui mekanisme peningkatan bed shear stress pada fase menuju pasang yang memicu resuspensi sedimen dasar. Distribusi TSS di wilayah muara merupakan hasil interaksi kompleks antara arus pasang surut, debit sungai hulu, morfologi muara, dan masukan material antropogenik. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar ilmiah bagi pengelolaan kualitas perairan dan pengendalian sedimentasi pada alur pelayaran Sungai Barito secara berkelanjutan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI