DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENGARUH FLASH SALE TERHADAP IMPULSIVE BUYING MELALUI POSITIVE EMOTION SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA PENGGUNA APLIKASI QPON | |
| PENGARANG | : | GHINA ARIFAH ULYA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-06-29 |
Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis dan menguji pengaruh flash sale terhadap positive emotion, pengaruh positive emotion terhadap impulsive buying, pengaruh langsung flash sale terhadap impulsive buying, peran positive emotion sebagai variabel mediasi dalam relasi antara flash sale dan impulsive buying, serta perbedaan kekuatan hubungan antarvariabel berdasarkan kelompok gender pada pengguna aplikasi QPON.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode explanatory survey. Data dikumpulkan secara daring melalui kuesioner berbasis Google Form yang disebarluaskan kepada pengguna aplikasi QPON di Indonesia yang memiliki riwayat pembelian voucher melalui program flash sale setidaknya dua kali dalam enam bulan terakhir. Sebanyak 400 responden ditetapkan sebagai sampel melalui teknik purposive sampling dan quota sampling, dengan proporsi seimbang antara responden laki-laki dan perempuan, masing-masing 200 orang. Pengolahan data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS) dengan perangkat lunak SmartPLS, serta Multi-Group Analysis (MGA) untuk mengkaji perbedaan antargender.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa flash sale berpengaruh positif dan signifikan terhadap positive emotion, positive emotion berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulsive buying, dan flash sale berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulsive buying. Peran mediasi positive emotion dalam hubungan antara flash sale dan impulsive buying juga signifikan, yang sekaligus mengukuhkan relevansi Model Stimulus-Organism-Response (SOR) dalam konteks platform agregator voucher digital. Hasil pengujian MGA menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara konsumen laki-laki dan perempuan secara keseluruhan. Meskipun demikian, terdapat pola substantif yang patut dicermati: pada konsumen laki-laki, pengaruh flash sale terhadap impulsive buying berlangsung melalui jalur emosional, sedangkan pada konsumen perempuan, flash sale mampu mendorong impulsive buying secara langsung tanpa perantara emosi positif.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI